Judul : Pembunuhan ABC (The ABC Murders)
Pengarang : Agatha Christie (1936)
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2012
Tebal Buku : 344 halaman
Harga : Rp 45.000
Pengarang : Agatha Christie (1936)
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2012
Tebal Buku : 344 halaman
Harga : Rp 45.000
Jenis Buku : Misteri-Thriller
Hercule Poirot, detektif terkenal di London, mendapatkan sebuah surat dari seseorang yang mengakui dirinya sebagai ABC pada suatu hari. Ia menunjukkan surat itu pada rekannya, Kapten Hastings, dan betapa terkejutnya Hastings ketika membaca surat tersebut. Sebuah surat dengan kertas yang cukup tebal dan terlihat mahal, serta tulisan meremehkan Poirot, seolah-olah dikirimkan oleh seseorang yang menaruh dendam padanya. Polisi London dibuat tidak berdaya ketika mendapati isi surat itu benar-benar terjadi. Berhatilah-hatilah terhadap yang akan terjadi di Andover pada tanggal 21 bulan ini, sebaris kalimat yang awalnya dianggap iseng belaka, ternyata menjadi sebuah malapetaka. Polisi belum sempat bertindak sehingga satu nyawa melayang di Andover. Orang malang itu adalah Mrs. Ascher. Hanya ada satu petunjuk yang ditinggalkan oleh sang pelaku, yakni sebuah buku panduan kereta api yang sering juga disebut ABC. Pembunuhan ini cukup menyulitkan polisi, tapi belum cukup menarik perhatian masyarakat.Belum sempat kasus pertama terpecahkan, datang lagi surat tantangan dari ABC. Kali ini ia menetapkan Bexhill sebagai tempat ia mengincar korban selanjutnya. Polisi tidak tinggal diam. Mereka menyebarkan informasi mengenai ancaman pembunuhan ini dan meminta masyarakat dengan nama depan B untuk lebih waspada. Tapi sayang, polisi lengah. Jatuh lagi korban berikutnya. Seorang wanita muda bernama Elizabeth Barnard ditemukan tewas di tepi pantai. Lehernya di jerat oleh sabuk oleh seseorang. Dan lagi, buku panduan ABC tergeletak dekat dengan jenazahnya.
Kejadian ini memaksa Poirot berpikir lebih keras, meskipun pembunuhan ini masih akan terus berlanjut ke pembunuhan ketiga, keempat, dan seterusnya. Apa sebenarnya tujuan dari ABC yang melakukan pembunuhan secara acak dan sesuai abjad ini? Poirot berpikir dengan jalan yang berbeda dengan kepolisian. Ia berusaha memahami jalan pikiran si pembunuh dan motif ia melakukannya. Bukan seperti pihak kepolisian yang hanya mengandalkan bukti-bukti sebagai alasan mereka menangkap pihak yang dianggap paling sesuai sebagai pelaku pembunuhan tersebut.
Berdasarkan bukti inilah, polisi menangkap Mr. Alexander Bonaparte Cust, seorang veteran perang yang dianggap aneh dan kaku. Jauh dari kesan menarik yang selama ini dibayangkan oleh Poirot. Polisi sudah terlanjur memenjarakan Cust, namun pembunuh aslinya sudah melakukan kesalahan, yakni dengan berani menantang Poirot untuk membuka kedoknya.
Menurut saya, sebagai pembaca pemula karya-karya Agatha Christie, novel ini sangat menarik. Kita benar-benar di ajak berpikir keras seperti Poirot untuk mengetahui siapa pembunuh ABC sebenarnya. Agatha Christie menciptakan karakter Poirot dengan begitu apik, membuat siapa pun yang membaca buku ini kagum akan pemikiran cerdas Poirot. Alur cerita yang tidak terburu-buru, dan latar tempat yang digambarkan Bagi saya, buku ini sangat istimewa.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar