Tampilkan postingan dengan label teenlit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teenlit. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Januari 2013

Runner-Up Girl


Judul : Runner-Up Girl
Pengarang : Hanna Natasha
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2012
Tebal Buku : 168 halaman
Harga : Rp 35.000
Jenis Buku : Teenlit

Novel yang menceritakan tentang Mira, gadis tomboi dari keluarga kaya raya, memiliki rambut keriting yang sama ambisius dan perfeksionisnya dengan sang Mama. Memang, buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya. Karena hal itulah, Mira dituntut untuk selalu menjadi si nomor satu di segala bidang. Apabila tidak, Mamanya akan kecewa dan marah, begitupun Mira yang akan sangat sedih.

Mira berteman dengan Kelly, sahabatnya yang feminin dan berasal dari keluarga biasa-biasa saja. Namun terkadang, Mira sangat merasa iri pada Kelly yang memiliki seorang Ibu yang penyayang dan lembut, berbeda dengan Mamanya. Tidak jarang mereka berkhayal agar dapat bertukar posisi sebentar saja. Kadang-kadang, Mira malah lebih memilih sarapan di rumah Kelly. Makanan buatan Ibu Kelly sangat enak, membuat Mira betah berlama-lama di rumah sederhana itu.

Mira dan Kelly bertemu dengan Riku, murid satu sekolah yang mereka temui ketika dalam perjalanan ke sekolah. Sejak hari itu, akhirnya mereka menjadi akrab. Seiring berjalannya waktu, timbul rasa sayang Riku kepada Mira, melebihi rasa sayangnya sebagai sahabat kepada Kelly maupun teman wanita mereka yang lain. Tanpa disangka ternyata Kelly malah jatuh hati Riku. Kelly sempat mengutarakan perasaannya itu pada Mira, tapi emang dasar Mira yang cuek, ia tidak terlalu ambil pusing dengan hal itu.


Mira yang memang selalu dituntut untuk menjadi nomor satu mendapat halangan dari Aoi, murid bermata sipit yang menjadi saingannya dalam mendapat posisi nomor satu. Aoi adalah cowok yang cerdas, namun sikapnya yang selalu dingin pada Mira membuat Mira selalu saja kesal pada tingkah Aoi. Suatu waktu, sekolah mereka mengadakan pemilihan ketua OSIS tahun ajaran baru. Mira yang memang mendapatkan posisi ketua OSIS mati-matian agar bisa terpilih, namun sayang, ia harus bisa berbesar hati karena Aoi-lah yang terpilih sebagai ketua. Mira dengan berat hati menjadi wakil Aoi. Meski sering bekerja sama dalam kegiatan OSIS, tapi tetap saja hubungan mereka tidak pernah baik.

Pepatah yang mengatakan batu kokoh, apabila terus menerus terkena tetesan air, maka akan berlubang juga, ternyata terbukti pada kehidupan Mira. Pertemuan-pertemuan dengan Aoi, membuat Mira nyaman dengan adanya Aoi di sekitarnya. Sikap Aoi yang dingin, lama kelamaan semakin menghangat. Mira menaruh hati pada Aoi, meskipun Aoi seakan terus menghindar dari perasaan yang sama dengan perasaan Mira. Aoi merasa tidak pantas karena ia hanya seorang anak dari fotografer yang berpenghasilan pas-pasan. Ayah Aoi juga sering berpesan agar anaknya tidak terlalu sering bergaul dengan anak-anak orang kaya, apalagi menjalin kasih, karena akan hanya menebar luka.

Sebelum mengetahui bahwa Mira anak orang kaya, ayah Aoi sangat menghargai Mira. Ia membiarkan masuk ke dalam rumah, membuatkan makanan untuknya, dan membicarakan hal apa saja. Tetapi, sejak Mira membuatkan segelas teh resep keluarganya untuk di sajikan pada ayah Aoi, seketika perilaku ayah Aoi berubah 180 derajat. Hal itulah yang semakin memperjelas hubungan antara mama Mira dan ayah Aoi. Setelah di selidiki, akhirnya Mira tahu kalau Aoi adalah singkatan dari sebuah sanggar fotografi milik ayah Aoi, yakni sanggar Aku Orang Indonesia. Nama Aoi adalah Aoi Lucios. Lucios merupakan akronim dari Lulu Cinta Oscar, penggabungan nama mama Mira dan ayah Aoi. Ayah Aoi sangat membenci orang kaya karena mama Mira dulu mencampakannya, lebih memilih menikah dengan papa Mira, yang merupakan orang kaya. Selain itu, ayah Aoi juga sangat membenci dirinya sendiri, karena sudah sekian lama kejadian itu, tapi ia tetap mencintai mama Mira.

Karena pretasinya, Aoi mampu melanjutkan pendidikannya ke luar negeri. Tapi, yang membuat Mira sedih, Aoi tidak memberinya pesan sama sekali. Harapan untuk bertemu dengan Aoi yang membuat Mira kembali bersemangat. Mira percaya bahwa cinta akan mempertemukan mereka berdua, Mira juga berjanji untuk menciptakan kehidupan yang menyenangkan seperti yang diharapakan mamanya dan ayah Aoi dulu. Pada akhirnya, hubungan Mira dengan mamanya menjadi semakin dekat. Mamanya kini mengurangi intensitasnya bekerja dan lebih banyak meluangkan waktu untuk Mira. 

Rabu, 26 September 2012

Canting Cantiq


Judul : Canting Cantiq
Pengarang : Dyan Nuranindya
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2009
Tebal Buku : 208 halaman
Harga : Rp 30.000
Jenis Buku : Teenlit

Melanie Adiwijoyo adalah cewek yang sempurna. Ia terlahir dengan wajah yang cantik, kulit putih, mata indah, dan tubuh yang langsing serta tinggi. Ia juga seorang putri tunggal pengusaha kaya. Mel, biasa ia dipanggil, juga pintar dan supel, memiliki banyak teman dimana-mana. Mel bercita-cita menjadi seorang model terkenal di Paris karena didukung kecantikannya yang bak bidadari.


Impiannya hancur seketika saat perusahaan perabot ayahnya bangkrut. Belum lagi ketika ayahnya mendapat serangan jantung dan meninggal dunia, Mel sangat terpuruk saat itu. Ia terpaksa tinggal bersama Eyang Santoso di Jogja. Awalnya ia sempat menolak tinggal di kota Jogja, tapi karena tidak ada pilihan lain akhirnya ia menurut. Eyang Santoso tidak tinggal sendiri. Ia adalah seorang pemilik kos-kosan terkenal di Jogja, yakni kos-an Soda (baca Cinderella Rambut Pink ;)). Penghuni kos-an itu juga beragam, ada Dara yang berpenampilan nyentrik, Jhony yang pede abis, Aiko yang wangi minyak telon, dan masih banyak lagi. Mel yang merasa derajatnya lebih tinggi dibanding penghuni Soda lainnya jadi sangat jutek dan tidak mau bergaul dengan mereka.

Satu orang yang menarik perhatian Mel adalah Bima, cowok pendiam dan pemalu di Soda. Mel putus dengan pacarnya sewaktu SMA karena ketahuan berselingkuh. Hal itu membuat Mel sedih, namun buru-buru bangkit dan tidak mau berlarut-larut. Mel bukanlah orang yang kaya lagi sekarang. Ia sadar harus mencari sebuah pekerjaan. Akhirnya ia bertemu sengan Aryati Sastra, seorang designer fashion yang tertarik dengan gaya berpakaian Mel yang modis.


Mel yang kurang percaya diri dengan desain awalnya malah dipuji oleh Aryati. Beliau bilang desain milik Mel sangat indah, perpaduan antar tradisional dan modern. Aryati yang kagu memutuskan untuk membuatkan sebuah acara peragaan busana rancangan Mel. Beberapa hari sebelum hari H, desain-desain milik Mel hilang. Pelakunya nggak lain adalah Karen, salah satu model Aryati yang iri melihat kedekatan Mel dan Bima. Mel hampir menyerah dan putus asa, namun Aryati terus mendukungnya dan menyuruhnya mengulang desainnya. Belum lagi semua penghuni Soda mau membantu khususnya Bima, Mel jadi tambah semangat dan berhasil membuat kembali desain-desainnya.


Hubungan Mel dan Bima juga pernah renggang, karena Mel merasa dibohongi oleh Bima. Mel juga bekerja di sebuah kafe sebagai pelayan bersama Bima. Bima yang mengaku hanya sebagai pelayan di kafe itu ternyata adalah pemilik kafe tempat Mel bekerja. Ia mengetahuinya dari percakapan para pelayan yang tidak sengaja ia dengar. Tapi, tidak bisa dibohongi perasaan Mel pada Bima, begitu  juga sebaliknya. Mereka akhirnya berdamai.

Pada suatu hari, Mel dijemput oleh pengacara ayahnya untuk bersekolh di Paris, tempat yang ia impi-impikan untuk didatangi. Disini Mel merasa senang tapi juga sedih. Senang karena pada akhirnya ia bisa mewujudkan mimpinya, namun sedih karena harus berpisah dengan keluarga barunya di Soda. Sehari sebelum keberangkatannya ke Paris, Bima memberanikan diri menyatakan perasaannya pada Mel. Ia tidak meminta Mel untuk menjadi pacarnya dan menyuruh Mel untuk bersekolah saja dulu. Mel bisa pergi ke Paris dengan tenang.

Sepulangnya ke Indonesia, Mel sudah menjadi orang yang sukses dan memiliki label pakaian miiknya sendiri, Canting Cantiq, yang sangat digemari oleh masyarakat. 


“…tidak ada satupun kesuksesan yang dapat bertahan lama kalau manusia sudah mengeluarkan sifat sombongnya.” (Canting Cantik, 2009)

Jumat, 14 September 2012

Cinderella Rambut Pink


Judul : Cinderella Rambut Pink
Pengarang : Dyan Nuranindya
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2010
Tebal Buku : 200 halaman
Harga : Rp 29.000
Jenis Buku : Teenlit

Dara adalah gadis nyentrik yang baik hati. Ia telah menjadi yatim piatu sejak kematian orang tuanya karena kecelakaan lalu lintas saat ia masih kelas satu SMA. Karena itu lah Dara mati-matian mencari uang untuk mencukupi kebutuhannya dengan bekerja di dua tempat sekaligus. Untungnya, ia berkenalan dengan Eyang Santoso, pemilik kos-kosan Soda yang terkenal di Yogyakarta, dan menawari Dara untuk tinggal disana. Dara menerima tawaran Eyang Santoso dengan senang hati dan resmi menjadi penghuni kos-kosan Soda.


Gara-gara ingin menolong seorang ibu yang kecopetan di pasar, Dara nekat melempar salah satu sepatu kesayangannya, tapi sialnya, bidikan Dara meleset dan malah mengenai seorang cowok yang sedang asik dengan kameranya. Takut diomelin, Dara kabur dari tempat itu, berusaha merelakan Mr. Dekil, sepatu kesayangannya itu. Kini yang ada di kakinya hanya Mrs. Dekil.

Cowok yang terkena lemparan sepatu Dara adalah Oscar Montaimana, cucu dari J.B. Montaimana, pengusaha kaya di Indonesia. Meskipun hidup bergelimang harta, Oscar tidak begitu bahagia. Ia selalu dibanding-bandingkan dengan kakaknya Bima Montaimana, yang bisa dibilang sempurna. Hobi fotografi Oscar juga ditentang oleh orang tuanya, apalagi ayahnya. Itulah sebabnya, Oscar tumbuh menjadi anak yang pembangkang dan suka cari gara-gara. Oscar pergi ke Yogyakarta untuk menyegarkan pikirannya dari rutinitas perkuliahannya di Amerika. Pertemuan pertamanya dengan Dara membuat cewek itu langsung men-cap Oscar sebagai orang yang menyebalkan, walaupun wajahnya cukup mampu menarik perhatian Dara.


Suatu hari Oscar mengikuti lomba fotografi. Diam-diam ia menjadikan Dara sebagai modelnya. Tidak disangka Oscar mendapatkan juara favorit di ajang itu. Mengetahui hal itu, Dara terkejut. Ia tidak menyangka bahwa Oscar tega mempertontonkan dirinya yang bisa dibilang sangat malang itu di dalam sebuah gambar yang dilihat banyak orang. Belum lagi karena Mr. Dekil yang dirindukannya selama ini, ternyata ada pada Oscar. Dara jadi sangat membenci Oscar dan memutuskan untuk tidak berhubungan dengannya.


Oscar berusaha meminta maaf pada Dara, namun tidak semudah itu Dara memaafkannya. Hingga suatu hari, Oscar diminta kembali ke Amerika, baru disitulah Dara sadar bahwa ia akan sangat merindukan Oscar jika ia pergi. Dara sadar ia jatuh cinta pada Oscar. Oscar menyatakan perasaannya pada Dara dan untungnya Dara kali ini menerimanya, lalu Dara diperkenalkan dengan keluarga Montaimana yang hangat. Oh ya, Oscar juga sempat memberikan pin berbentuk piala Oscar pada Dara, supaya gadis itu selalu mengingatnya.

Kamis, 30 Agustus 2012

Simple Past Present Love





Judul : Simple Past Present Love
Pengarang : Thia Kyu Ori
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2012
Tebal Buku : 232 halaman
Harga : Rp 36.000
Jenis Buku : Teenlit

Ferina dan Faren adalah saudara kembar. Mereka lahir di hari dan tanggal yang sama, hanya berbeda tiga menit. Ferina dan Faren tumbuh bersama, bermain bersama, menemukan kesenangan dan jati diri masing-masing. Secara fisik wajah mereka identik, namun tetap memiliki ciri khas berbeda, terutama bola mata mereka. Bola mata Ferina berwarna biru indah yang didapat dari ayah mereka yang keturunan Belanda. Sedangkan Faren memiliki bola mata berwarna coklat gelap mengikuti mama mereka. 


Faren tumbuh menjadi cewek yang sangat feminin. Mulai dari penampilan sampai perilakunya. Cara bicaranya juga jauh lebih lembut dibanding Ferina. Faren menyukai bacaan-bacaan tentang pengetahuan umum dan kesehatan. Ia juga lebih memilih bersekolah di SMA internasional dengan progres akademik yang menjanjikan. 






Berbeda dengan Ferina, yang lebih suka bergaya kasual, kalau udah ngomong Ferina suka ceplas-ceplos sambil berteriak. Ferina bersekolah di SMA yang berbeda dengan Faren. Ferina memilih bersekolah di SMA unggulan yang kegiatan ekskulnya lebih menonjol. Ferina juga lebih keras kepala, sifat yang diturunkan oleh ayahnya. 

Karena sebuah kecelakaan, nyawa Faren tidak bisa tertolong. Ferina sangat terpukul dengan kejadian itu. Bersama mamanya ia pindah ke kota lain, meninggalkan rumah yang menyimpan kenangannya dengan Faren. Di tempat yang baru, tanpa sengaja Ferina bertemu dengan Tama, dalam sebuah kecelakaan kecil. Setelah mengenal satu sama lain, mereka semakin dekat. Sampai suatu hari Tama menyatakan peraasaannya pada Ferina. Ferin mengiyakan dan menerima perasaan Tama saat itu.

Tapi, seseorang dari masa lalu muncul kembali. Dia adalah Andra, cinta pertama Ferina. Perasaan itu masih sama dirasakan oleh Ferina, namun disampingnya sekarang sudah ada Tama, orang yang benar-benar menyayanginya. Ferina makin menghindar dari Andra, apalagi sejak dia membaca buku diary milik Faren yang berisi rahasia yang belum diketahui Ferina. Ferina baru mengetahui kalau sebelum kematiannya, Faren sempat berpacaran dengan Andra, padahal saat itu Faren sudah tahu kalau Ferina menyukai Andra. Karena tidak bisa meluapkan kemarahannya pada Faren, akhirnya ia mencoba untuk menghindari Andra. Sayangnya, tak semua curahan hati Faren dalam diary itu dibaca Ferina, hingga ia membenci kembarannya sendiri dan Andra.


Tidak tahan dengan perlakuan Ferina, Andra berusaha menjelaskan semua yang ia ketahui. Penjelasan Andra membukakan mata Ferina dan Ferina menghadapi kebenaran yang membuatnya harus memilih antara Andra dan Tama, sekaligus berusaha memaafkan Faren. Pada akhirnya Ferina lebih memilih Tama, dan dapat memaafkan Andra serta Faren. Menurutnya, masa lalu yang sederhana itu kadang terasa rumit, tapi disanalah Andra berada. Cinta Ferina saat ini akan menjadi masa lalu di hari esok, namun akan mengiringinya sampai nanti. 

Bagian favoritku dari novel ini adalah saat larut membaca isi diary Faren, yang terlihat sangat jujur, bahkan menyedihkan saat ia mendapat firasat kalau ia akan berumur pendek sehingga meminta cinta pertamanya Andra (yang sudah ia tahu juga menjadi cinta pertama Ferina, kembarannya) untuk menjadi bagian hidupnya sampai akhir hayatnya.

Rabu, 29 Agustus 2012

A Little White Lie




Judul : A Little White Lie
Pengarang : Titish AK
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2007
Tebal Buku : 272 halaman
Harga : Rp 33.000
Jenis Buku : Teenlit

Rosayuvita, nggak kayak teman-temannya, malah nggak tahu bahkan nggak peduli sama Adit, murid populer di SMA Teratai. Hatinya sudah nemplok pada Mas Bintang, seniornya di sekolah. Mas Bintang adalah sosok yang sempurna bagi Ocha (panggilan akrab Rosayuvita). Mereka pertama kali ngobrol saat Ocha menangis sendirian di halaman parkir motor sekolah, karena motornya mogok dan hari sudah mulai sore. Keadaan sekolah yang sudah sepi dan ponselnya yang minim pulsa, membuat Ocha tambah menangis sejadi-jadinya. Untunglah ada Mas Bintang, yang kebetulan ada di sekolah, lalu memperbaiki motor Ocha. Sejak saat itu Ocha terpukau pada Mas Bintang dan berusaha mendekatinya lewat pesan singkat yang dikirimkannya, walaupun hanya dengan nama samaran, Mita. Beruntungnya, Mas Bintang membalas setiap sms Ocha, membuat Ocha makin suka Mas Bintang.


Pada suatu hari, Pia, sahabat Ocha, membujuk Ocha untuk menonton pertandingan basket. Karena diiming-imingi akan bertemu dengan Mas Bintang, akhirnya Ocha setuju untuk ikut. Sedang asyik-asyik mencari Mas Bintang, Ocha malah terkena lemparan bola basket. Bukannya minta maaf, Adit, si pelempar bola malah balik memarahi Ocha dan bilang kalau Ocha nggak konsen ke pertandingan sehingga terkena bola. Kaget, Ocha berlari meninggalkan lapangan basket lalu menangis di tempat rahasianya dan menangis sepuasnya. 

Setelah kejadian itu, Ocha memiliki dendam kesumat pada Adit. Mujurnya, tanpa sengaja ia menemukan nomor telepon dan alamat rumah Adit. Kedua hal itu bisa dibilang 'mahal' disekolahnya, karena susah didapatkan. Pada awalnya Ocha berniat menjual nomor telepon dan informasi alamat Adit, tapi dia memiliki ide yang menurutnya lebih brilian. Ocha menyamar sebagai Ayu dan meneror Adit lewat sms-sms yang dikirimkannya. Bukannya terganggu, Adit malah jatuh cinta pada Ayu, sehingga membuat Ocha menyesal telah mengerjai Adit.



Ocha semakin menikmati kebersamaannya dengan Adit, walaupun yang ia tahu bahwa Adit mengenalnya sebagai Ayu, bukan Ocha. Berulang kali Adit mengajakknya bertemu, tapi selalu ada alasan yang dibuat Ocha untuk menolak ajakannya. Ocha takut seandainya nanti Adit kecewa kalau selama ini orang yang dia sukai adalah Ocha.

Nggak disangka ternyata Adit sudah mengetahui kalau selama ini yang bertukar pesan singkat dengannya adalah Ocha, teman satu sekolahnya itu. Adit tahu dari voice mailbox milik Ocha, bisa dibilang ini semua karena kecerobohan Ocha :p yang nggak mempersiapkan secara matang aksi usilnya itu. Jadilah, setahun lamanya Adit berpura-pura tidak tahu kalau Ayu adalah Ocha. 


Oke selesaaaaai, sekarang bagian kesukaan ya...secara keseluruhan aku suka sama novel ini. Ceritanya ringan, bahasanya nggak ribet, walaupun kalau dilihat-lihat sms yang mereka kirimkan rada 4L@y, tapi wajar sih karena waktu aku baca ini sudah cetakan kesebelas. Banyak bagian yang lucu dalam novel ini, misalnya aksi cemburu Adit yang ketauan banget pada Andra, saat Ocha menunggu fotokopian ditemani oleh Adit yang iseng mengganggunya, dan waktu Adit nembak Ocha hoho~ pas deh sama judulnya, kebohongan kecil Ocha yang berbuah manis.

Rahasia Bintang




Judul : Rahasia Bintang
Pengarang : Dyan Nuranindya
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2006
Tebal Buku : 309 halaman
Harga : Rp 45.000
Jenis Buku : Teenlit


Satu lagi karya Dyan Nuranindya yang membuat aku suka novel cinta remaja, judulnya Rahasia Bintang. Novel ini bercerita tentang Keysha, cewek polos yang cerewet. Keysha saat masih kecil memiliki sahabat bernama Reno, tapi karena sesuatu, Reno harus pindah ke kota lain. Keysha sangat sedih saat itu. Ia memberikan kenang-kenangan pada Reno yakni sebuah mainan bola kaca, begitu juga Reno yang memberikan ketapel kesayangannya pada Keysha.

Tiba waktunya Reno pergi, ia tidak sengaja menyenggol mainan bola kaca pemberian Keysha. Mainan itu pecah dan Reno tidak sempat membereskannya karena mereka harus buru-buru menuju bandara. Melihat mainannya pecah, Keysha marah pada Reno. Ia membuang ketapel pemberian Reno, dan sejak itu dia nggak percaya lagi yang namanya sahabat. Bagi Keysha, lebih baik ia mempunyai banyak teman, daripada satu sahabat.




Menginjak SMA, Keysha dan Ibunya serta adiknya memutuskan untuk pindah ke Jakarta. Ia bersekolah di SMA yang sama dengan Aji, cowok berandalan dan tukang bikin onar di sekolah. Keysha selalu berusaha menghindar dari Aji, nggak mau berurusan dengan orang seperti Aji.

Tapi waktu berkata lain, Keysha memergoki Aji sedang sekarat dengan tangan penuh luka akibat tawuran. Keysha terjebak dalam perasaan kasihan tapi juga takut. Sejak pertemuan pertama itu, Aji semakin sering mengganggu Keysha. Aji sering bilang kalau dia dan Keysha sudah berpacaran pada orang-orang, padahal nggak sama sekali.

Aji memiliki rahasia besar, dan hanya Keysha yang tahu. Suatu hari Keysha mendapati Aji pingsan di dalam kamar mandi sekolah. "Gawat! Dia sakau!" Pikir Keysha saat itu. Tapi nggak disangka ternyata Aji mengidap penyakit maag, penyakit yang menurutnya nggak pantas diidap oleh 'preman besar' seperti dia. Aji mulai terbuka tentang semua masalahnya pada Keysha, termasuk penyebab kematian Ibunya dan betapa renggangnya hubungan Aji dengan Ayahnya.

Sayangnya kedekatan mereka nggak bisa dilanjutkan, padahal Aji sudah berpacaran dengan Keysha. Ibu Keysha dan Ayah Aji ternyata sudah menyiapkan resepsi pernikahan mereka. Walau sedikit tidak setuju, akhirnya Aji dan Keysha mengalah. Mereka memutuskan untuk berpisah (sebagai sepasang kekasih) toh, menjadi kakak-adik lebih baik.

Di hari pernikahan kedua orang tua mereka, Aji bertemu dengan Tasya, teman Keysha yang dulu disukainya. Keysha berusaha mendekatkan Tasya dan Aji, begitu juga Aji, yang berusaha menyatukan Keysha dengan Reno, sahabat Keysha sewaktu kecil yang muncul dengan nama samaran Rendy.



kenapa Rahasia Bintang? Karena tokoh utama di novel ini sudah tidak mempunyai sahabat untuk berbagi cerita, sehingga Keysha memilih untuk mencurahkan isi hatinya pada bintang, yang nggak pernah meninggalkan dirinya.

yeaaay bagian favorit, akhirnya bisa nulis bagian ini. Bagian kesukaanku dari novel ini adalah saat Aji bertingkah konyol di depan jendela kelas Keysha. Aji mencoba membujuk Keysha yang marah padanya, padahal saat itu masih jam pelajaran, dan bukan Keysha aja yang liat, temen sekelasnya juga ikut ngeliatin Aji. Itu bagian yang lucu dan bikin iri, bayangin cowok garang tiba-tiba jadi badut supaya pacarnya bisa senyum lagi >,<

Selasa, 28 Agustus 2012

Dealova



Judul : Dealova
Pengarang : Dyan Nuranindya
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2004
Tebal Buku : 304 halaman
Harga : Rp 34.500
Jenis Buku : Teenlit


Ini dia judul novel perintis yang membuat aku akhirnya suka baca novel remaja. Cerita sedikit nih, dulu buku bacaanku didominasi oleh genre horor, mistis, misteri, dan teman-temannya, tapi sejak baca Dealova, terbukalah hati untuk menyadari umurku waktu itu -____- oke oke selesai ceritanya...

Dealova, menceritakan tentang seorang gadis tomboy bernama Karra yang agak 'nyeleneh'. Biasanya cewek tomboy identik dengan rambut pendek dan tampang macho 'kan? Nah kalau Karra beda. Rambutnya panjang terus tampangnya manis. Karra punya kakak cowok yang sayaaaaaang banget sama dia. Sewaktu Iraz, kakak Karra, harus pergi ke luar negeri untuk kuliah, Karra dititipkan pada Ibel, sahabat Iraz yang jago main gitar. Ternyata seiring berjalannya waktu, Ibel mempunyai perasaan terpendam pada Karra, tapi karena sikap cuek-nya, Karra menganggap perhatian-perhatian yang diberikan Ibel padanya hanya sebatas rasa sayang kakak kepada adik, sama seperti perasaan Karra pada Ibel.

Karra suka pada olahraga basket, nggak peduli panas atau dingin, namanya juga tomboy. Pada suatu hari, muncul anak baru bernama Dira yang tampangnya sengak dan dingin. Saat pertama bertemu pun Karra sudah nggak suka pada Dira. Terlebih lagi karena Dira pernah nggak sopan mencium Karra di lapangan basket! padahal waktu itu nggak ada hubungan apa-apa di antara mereka. Sejak saat itu makin bencilah Karra pada Dira.




Semakin lama, mereka menyadari kalau jarak antara benci dan cinta itu tipis banget. Mereka juga semakin dekat karena selalu bertengkar. Pada suatu hari, Dira menyatakan perasaannya pada Karra di sebuah tempat yang indah bernama bukit bintang, dan ituuuu sangaaaaat romaaantiiiiis. Akhirnya mereka jadian deh.

Tapi nggak hanya sampai disitu ceritanya. Dira ternyata mengidap suatu penyakit berat, kanker otak. Selama ini Dira menutup-nutupinya dari semua orang termasuk Karra, sampai akhirnya tubuh Dira yang lemah roboh. Nyawa Dira nggak tertolong dan membuat Karra benar-benar shock dan sedih. Pribadi Karra yang sebelumnya ceria langsung berubah drastis menjadi cewek pemurung setelah kematian Dira. Sahabatnya Finta, yang selalu bisa membuat Karra tertawa juga sudah angkat tangan menhadapi Karra. Ibel yang sebelumnya sudah tidak memberikan perhatian lebih lagi pada Karra (karena Karra mencintai Dira) lalu turun tangan untuk mengembalikan kondisi Karra. Ibel kembali memberikan perhatian-perhatian pada Karra dan membuat cewek itu kembali senyum. Karra ingin bangkit dari keterpurukannya. Ia mencoba untuk menyukai orang lain, yaitu Ibel.

Bagian favoritku di novel ini adalah saat membaca surat yang dikirimkan Dira pada Karra yang sangaaaat amaaaat mengharukan, lebaynya aku sampai nangis waktu itu :')


Karra,
Maaf… karena selalu mebuatkamu marah
Maaf… karena selalu membuat kamu benci sama aku
Maaf… atas semua kepedihan yang aku timbulkan
Maaf… karena selalu membuat kamu mengalah dalam segala hal
Maaf… karena aku selalu keras kepala
Maaf… karena telah membuat kamu masuk ke dalam kehidupanku
Maaf… karena aku harus pergi ninggalin kamu

Terima kasih… karena kamu telah membuat hari-hariku indah
Terima kasih… karena kamu telah memperlihatkan mata yang paling indah yang pernah kulihat
Terima kasih… karena kamu telah membuat aku memiliki semangat untuk hidup
Terima kasih… karena kamu selalu menganggap aku pintar
Terima kasih… karena kamu mebuat aku sadar bahwa kita harus berjuang untuk hidup dan bahwa hidup ini harus diarungi melalui semangat, perjuangan dan kemauan keras
Terima Kasih… karena kamu memberikan kebahagiaan terbesar dalam hidupku
Terima Kasih… karena kamu telah luar biasa sabar menghadapi aku
Karena telah mengajari aku untuk mendoakan agar orang yang aku cintai bahagia
Karena telah mengubah hidupku yang kosong
Karena telah menjadi satu-satunya orang yang bisa membuatku mengalah
Karena telah memberikan sesuatu yang selama ini nggak bisa aku kasih ke kamu
Karena telah menjadi wanita yang luar biasa dan nggak tertandingi yang pernah masuk dalam kehidupanku

Terima Kasih… karena kamu telah menjadi bidadariku selama ini
Aku nggak akan kemana-mana

-Dira- 
(sumber surat)