Tampilkan postingan dengan label sinopsis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sinopsis. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Maret 2016

Girls in The Dark


Judul : Girls in The Dark
Pengarang : Akiyoshi Rikako (2013)
Penerbit : Penerbit Haru
Tebal Buku : 289 halaman
Harga : Rp 46.500
Jenis Buku : Fiksi, Misteri, Thriller


Novel ini bercerita tentang 7 orang gadis SMA Santa Maria yang tergabung dalam Klub Sastra. Setelah kematian sang ketua klub, Shiraishi Itsumi, yang begitu penuh teka-teki, para anggota lainnya diselimuti perasaan berduka yang mendalam. Sosok Itsumi yang mereka sangat berharga di mata mereka, harus pergi tiba-tiba dengan cara yang misterius-- mati terjatuh dari balkon dengan menggenggam bunga lili berwarna putih. Itsumi adalah gadis yang tidak terlihat seperti manusia, melainkan dewi, begitu kata hampir seluruh penghuni sekolah. Kecantikannya yang tidak wajar, perilaku yang anggun, serta penuh tata kerama, menjadikan sosok Itsumi begitu mencolok di antara siswi lainnya. Kematiannya yang seperti itu tentu saja menimbulkan pertanyaan besar. Apakah ini murni kecelakaan? Atau bunuh diri? Karena apa? Lantas pesan apa yang ingin diberikan oleh Itsumi dengan bunga lili yang dipegangnya erat? Semua orang bertanya-tanya.

Anggota Klub Sastra yang kini diketuai oleh Sumikawa Sayuri, melakukan Yami-Nabe sekaligus mengenang Itsumi. Selain melakukan Yami-Nabe yang diperingati setiap tahunnya, Sayuri juga meminta para anggota membuat naskah singkat yang khusus dipersambahkan untuk Itsumi. Kelima anggota masing-masing membacakan naskahnya dalam ruangan klub yang sengaja dipadamkan lampunya, hanya memakai penerangan minim dari cahaya lilin. Satu per satu mereka membaca naskah, mulai dari anggota termuda Nitani Mirei, lalu Kominami Akane yang pintar membuat kudapan a la barat, Diana Detcheva si murid internasional berkewarganegaraan Bulgaria, Koga Sonoko yang bercita-cita menjadi seorang dokter, serta penulis muda, Takaoka Shiyo

Setelah mereka selesai membacakan naskah, kini giliran Sayuri yang membacakan naskahnya. Betapa terkejutnya kelima anggota yang lain ketika mendengar bahwa naskah tersebut adalah milik Itsumi, yang berisi bagaimana akhirnya mereka bisa bergabung dengan Klub Sastra yang diketuai Itsumi. Rahasia-rahasia mereka, dosa yang mereka lakukan, kesalahan fatal yang bisa membuat hidup mereka kacau jika sampai terdengar atau diketahui orang lain, semua diketahui oleh Itsumi. Naskah tersebut juga mengungkapkan rahasia milik Itsumi yang juga tidak diketahui oleh orang lain. Semua dibacakan dengan lancar dan tenang oleh Sayuri hingga selesai.

"Dia berbicara sambil meminum teh Earl Grey. Matanya yang tajam pun semakin melembut, dan bibirnya yang memikat pun makin lama semakin kalem..."

Wah, tidak terasa sudah satu tahun lebih saya tidak menulis, semoga kedepannya saya semakin sering memposting review buku di blog ini! chu~

Rabu, 23 April 2014

Hotel Majestic



Judul : Hotel Majestic (Peril at End House)
Pengarang : Agatha Christie (1932)
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2013
Tebal Buku : 321 halaman
Harga : Rp 50.000
Jenis Buku : Misteri, Thriller


Ketika tengah berlibur di sebuah pulau yang indah, St. Loo, tanpa sengaja Hercule Poirot dan Hastings bertemu dengan seorang gadis cantik yang ramah dan riang. Ia sangat mudah berbaur dengan orang yang baru ditemuinya bahkan tidak canggung untuk mengobrol cukup lama dengan kedua pria lajang yang baru dikenalnya itu. Dia adalah Nick Buckley, pemilik End House, sebuah rumah tinggal peninggalan keluarganya.

Pertemuan mereka ternyata membawa fakta bahwa nyawa Nick sebenarnya terancam. Tiga 'kecelakaan' dalam seminggu yang hampir membuatnya tewas menarik perhatian Poirot, sehingga dia mulai melakukan investigasi. Menurut Poirot hal itu cukup ganjal dan malah membuatnya berpikir kalau ketiga kejadian itu merupakan percobaan pembunuhan terhadap Nick. Diawali dengan sebuah lukisan besar yang jatuh, batu besar yang menggelinding dan hampir menimpanya, serta rem mobilnya yang tiba-tiba tidak berfungsi. Namun Nick menganggap hal itu hanyalah kecelakaan dan tidaklah terlalu penting.

Selama melakukan penyelidikan, Poirot dan Hastings juga bertemu dengan para sahabat Nick. George Challenger yang tampan, Frederica Rice dengan wajah murungnya, dan Jim Lazarus seorang pedagang lukisan. Poirot terus mengingatkan Nick bahwa kejadian tersebut bukanlah kecelakaan sehingga Nick harus berhati-hati apabila tidak ingin nyawanya melayang.

Dengan mengikuti saran dari Poirot, akhirnya Nick mengajak saudara sepupunya, Maggie Buckley untuk menemaninya di rumah besar tersebut. Maggie menyetujui permintaan Nick dan memilih menetap di End House. Namun sayang, si pembunuh salah mengira. Ia menembak Maggie yang disangkanya sebagai Nick ketika Maggie tengah mengenakan syal merah milik Nick dalam sebuah pesta di End House dan membuat nyawa Maggie melayang. Melihat kejadian itu Nick sangat histeris sehingga harus di bawa ke rumah sakit untuk memulihkan kondisinya. Selama masa pemulihan, Poirot memerintahkan pihak rumah sakit untuk melarang semua kunjungan untuk Nick, siapapun itu kecuali dirinya.

Poirot dan Hastings seakan mendapatkan cahaya terang ketika mengetahui bahwa Nick bertunangan dengan Michael Setton, seorang penerbang pewaris kekayaan yang meninggal beberapa waktu yang lalu dalam penerbangannya. Tetapi hubungan ini sengaja disembunyikan oleh Nick karena tidak mendapat restu dari paman Setton. Poirot terus menyelidiki seberapa besar warisan Michael Setton dan kepada siapa warisan itu akan diberikan. Ternyata seluruh harta Setton apabila ia meninggal akan diwariskan pada Magdala Buckley yang tidak lain adalah nama asli Nick.

Jadi, adakah hubungannya? silahkan baca sendiri dan saya jamin kalian akan sangat tidak menyangka :)

Minggu, 20 April 2014

Spring in London



Judul : Spring in London
Pengarang : Ilana Tan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2010
Tebal Buku : 270 halaman
Harga : Rp 42.000
Jenis Buku : Roman, Fiksi

Naomi Ishida adalah model terkenal keturunan Jepang yang kini menetap di London. Ia tinggal di sebuah flat bersama dengan dua temannya, Julie, seorang aktris teater, dan Chris, seorang kepala koki yang menyukai sesama jenis. Naomi sangat sibuk dalam menjalani profesinya. Ia bahkan menerima hampir semua tawaran pekerjaan untuk menyibukkan dirinya agar tidak terus berlarut-larut dalam kenangan kurang menyenangkan dirinya di masa lalu.

Hingga pada suatu hari, ia mendapat tawaran menjadi model sebuah video clip penyanyi Jung Tae-Woo dan dipasangkan dengan model Korea, Danny Jo, sebagai pasangannya di video klip tersebut. Naomi benar-benar tidak menyangka bahwa setelah sekian lama ia akan bertemu dengan seseorang yang berkaitan erat dengan masa lalu yang ingin dilupakannya. Karena itulah, sikap Naomi pada Danny Jo menjadi kurang bersahabat. Naomi sering menolak kebaikan yang ditawarkan oleh Danny hingga membuat Danny menjadi heran sekaligus penasaran karena menurutnya, inilah waktu pertama kali mereka bertemu dan tidak mungkin Danny melakukan perbuatan yang buruk pada Naomi di masa lalu.

Hal inilah yang lambat laun membuat Danny tertarik pada sosok Naomi. Perlakuan yang didapatnya malah semakin membuat Danny menyukai Naomi dan merasa harus melindungi gadis itu. Ia bahkan mulai merasakan rasa rindu setiap kali Naomi tidak berada di sisinya.

Seperti di dalam novel-novel lainnya, terdapat juga konflik kecil di dalam novel ini. Kehadiran Miho Nakajima, teman baik Naomi yang ternyata akan dijodohkan dengan Danny adalah salah satunya. Ketika Naomi mulai merasakan sesuatu yang berbeda pada diri Danny, Miho muncul dan mengatakan ketertarikannya pada Danny. Begitu pun dengan hati kecil Danny yang sedikit ragu apakah Naomi benar-benar tidak menaruh hati pada kedua bola mata Chris yang menurutnya mampu menaklukan setiap wanita yang ditemuinya.

Kenyataan bahwa perasaan mereka berdua mungkin saja bisa disatukan terhalang oleh kejadian masa lalu Naomi yang baru diketahui oleh Danny. Cerita masa lalu yang menjelaskan semua sikap dingin Naomi pada Danny pada awal pertemuan mereka. Danny merasa begitu merasa bersalah dan tidak mau menambah beban Naomi dengan rasa cintanya.

Selasa, 18 Februari 2014

London


Judul : London : Angel
Pengarang : Windry Ramadhina
Penerbit : Gagasmedia, 2013
Tebal Buku : 330 halaman
Harga : Rp 52.000

 


Semua karena cita-cita Ning. Kalau bukan karena semua impiannya tidak berada di kota London, tempat dengan jarak bermil-mil dari Jakarta, Gilang tidak mungkin merasakan kegelisahan kalau-kalau sampai kehilangan gadisnya itu. Ning dan Gilang sudah bersahabat sedari kecil. Tidak ada batasan bagi mereka berdua, sampai entah kapan Gilang merasakan sesuatu yang berbeda setiap kali ia bersama dengan Ning. Ada sesuatu yang belum pernah ia rasakan. Mungkinkah cinta?
 
 
 
 
Karena hasutan dari teman-teman lelakinya, akhirnya Gilang nekat menyusul Ning ke London. Gilang sengaja tidak memberitahu Ning karena ia berharap gadis itu akan terkejut melihat kehadirannya. Ia hanya memiliki waktu lima hari di London dan itu akan dimanfaatkan oleh Gilang sebaik-baiknya untuk menyatakan perasaannya pada Ning.
 
Sesampainya di London, niat Gilang untuk langsung bertemu dengan Ning gagal. Gadis itu tidak berada di kediamannya karena urusan pekerjaan. Dengan kecewa akhirnya Gilang memutuskan untuk menuju penginapan yang sudah di pesannya, Madge, yang berada tidak jauh dari kediaman Ning.
 
Di Madge, Gilang berkenalan dengan salah seorang pelayan yang bekerja di sana, Ed. Dia adalah lelaki keturunan London-India sehingga ia tidak mirip dengan laki-laki London kebanyakan yang kaku, malah Ed tergolong sangat berisik. Ed mendorong Gilang untuk melihat London Eye di Southbank. Awalnya ia tidak berminat tapi akhirnya ia pergi juga ke sana. Di sana ia bertemu dengan seorang gadis dengan paras menawan yang memaksanya menaiki London Eye. Entah mengapa Gilang yang sebenarnya tidak terlalu bersahabat dengan ketinggian menyetujui ajakan gadis itu. Rambut ikal yang indah, kulit putih yang bercahaya, mata biru yang cantik, dan bibir yang begitu menggoda gadis itu begitu menarik perhatian Gilang. Tapi, pertemuan itu tidak berlangsung lama. Gilang kehilangan jejak Goldilocks--ia memanggilnya begitu--seiring dengan semakin redanya hujan yang turun. Gadis itu meninggalkan payung merah miliknya.
 

Ning sangat menyukai seni. Perhatiannya pasti akan tersedot habis-habisan apabila berhadapan dengan lukisan, patung, dan seni lainnya. Tapi, ada sesuatu yang lain ketika Ning bertemu dengan Finn, seorang seniman yang ia kenal. Gilang menangkap sinyal kalau laki-laki itu berusaha merebut Ning darinya. Belum lagi karena rona merah di wajah Ning saat ia menatap Finn yang selalu muncul jika mereka sedang tenggelam berdua dalam dunia seni mereka, dimana Gilang tidak pernah menemukan rona merah yang sama ketika Ning bersama dirinya.
 
Dengan semua kejadian yang berlangsung selama lima hari di London, Gilang makin menyadari bahwa takdirlah yang membawanya pergi. Semua yang ia lakukan tidak sia-sia karena ia akan mendapatkan apa yang mesti di dapatnya dan melepas apa yang memang tidak bisa menjadi miliknya.



Selasa, 14 Januari 2014

Menunggu


Judul : Menunggu
Pengarang : Dahlian & Robin Wijaya
Penerbit : GagasMedia, 2012
Tebal Buku : 304 halaman
Harga : Rp 46.000
Jenis Buku : GagasDuet

"Dia punya janji, mencintaimu saat ini. Aku punya hati, mencintaimu sampai mati."

---Last Chance---

Akhirnya, setelah tiga tahun lebih menetap di Melbourne, Risa kembali ke Indonesia. Kalau saja bukan karena Dhani, kakaknya, yang akan menikah, entah kapan ia berencana kembali ke negeri kelahirannya itu. Awalnya Risa hanya berencana untuk menghadiri acara pernikahan kakaknya itu lalu kembali ke Australia. Namun, setelah mengetahui bahwa Aby, sahabat Dhani sekaligus laki-laki yang paling dicintai Risa, ikut terlibat dalam mengurusi keperluan pernikahan, Risa dengan senang hati menjadi orang yang rela bersibuk-sibuk-ria mengurusi pernikahan Dhani. Sebenarnya Aby sempat menolak untuk bekerja sama dengan Risa karena yang mereka hadapi ialah pekerjaan yang mudah, hanya mengurus undangan dan souvenir. Tapi, Risa terus mendesak dan akhirnya mereka harus berkerja sama.

Selama mengurusi keperluan pernikahan kakaknya, Risa tidak henti-hentinya berusaha melelehkan sikap dingin Aby padanya. Banyak cara yang Risa lakukan. Mulai dari berpakaian seksi, mengambil hati Aby dengan berpura-pura menyukai anjing (walaupun pada akhirnya ia malah kesusahan karena gigitan anjing rabies), dan berbicara dengan nada yang lembut. Hal tersebut sia-sia karena Aby masih terus bersikap cuek padanya. 

Aby sebenarnya juga menyukai Risa, namun ia ingat ucapan Dhani bahwa ia tidak boleh memacari adiknya itu. Hal itu lah yang membuat Aby selalu menjauhkan diri dari Risa agar perasaannya tidak semakin berkembang. Ia tidak mau mengambil resiko berselisih dengan sahabatnya hanya karena mementingkan perasaannya.

Karena dinding pertahanan Aby tidak kunjung roboh, Risa akhirnya harus merelakan harga dirinya roboh dengan mengungkapkan perasaannya pada Aby. Tentu saja ia mendapat penolakan dari Aby. Tapi, setelah sekian lama, akhirnya Aby tahu kalau ucapan Dhani dulu tidaklah serius. Dhani tidak pernah mempermasalahkan apakah nantinya Aby menyukai Risa atau tidak. Tanpa menunggu lagi, akhirnya Aby menyatakan perasaannya dan mengakui kemunafikannya. Tentu saja ini membuat Risa sangat senang meskipun dia harus jatuh bangun terlebih dahulu untuk mendengar pernyataan Aby.


 
---Reason---

Gantar dan Lenka sudah berteman sejah masa kuliah, namun karena memilih masa depan yang berbeda, akhirnya mereka berpisah. Walaupun begitu, mereka berjanji untuk selalu berhubungan meskipun jarak mereka terpaut cukup jauh. Sekian tahun berlalu, Gantar berhasil menjadi seorang cameraman di sebuah stasiun televisi. Pada suatu siang, tanpa sengaja ia melihat acara berita di televisi dan mendapati bahwa pembawa acara berita tersebut adalah orang yang sangat dikenalnya, yakni Lenka. Bersamaan dengan kehadiran Lenka, perasaan yang dulu di rasakan Gantar kembali timbul.

Dengan berbagai informasi yang di dapatnya, akhirnya Gantar bisa kembali bertemu dengan Lenka. Lenka telah bertransformasi menjadi wanita yang elok namun tetap ramah seperti waktu dulu. Gantar tidak bisa mengelakkan perasaanya, ia masih sangat mencintai gadis itu.

Tapi sayang, harapan dan janjinya bersama Lenka berbalik menghantam Gantar. Lenka yang dulu masih sendiri, sekarang sudah bersama orang lain, Barata, seorang atasan Lenka di stasiun televisi tempat Lenka bekerja. Lenka di hadapkan pada dua kenyataan, yakni ia masih mengharapkan Gantar dan tidak bisa meninggalkan Barata yang selama ini ada untuknya.

Kamis, 17 Januari 2013

Runner-Up Girl


Judul : Runner-Up Girl
Pengarang : Hanna Natasha
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2012
Tebal Buku : 168 halaman
Harga : Rp 35.000
Jenis Buku : Teenlit

Novel yang menceritakan tentang Mira, gadis tomboi dari keluarga kaya raya, memiliki rambut keriting yang sama ambisius dan perfeksionisnya dengan sang Mama. Memang, buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya. Karena hal itulah, Mira dituntut untuk selalu menjadi si nomor satu di segala bidang. Apabila tidak, Mamanya akan kecewa dan marah, begitupun Mira yang akan sangat sedih.

Mira berteman dengan Kelly, sahabatnya yang feminin dan berasal dari keluarga biasa-biasa saja. Namun terkadang, Mira sangat merasa iri pada Kelly yang memiliki seorang Ibu yang penyayang dan lembut, berbeda dengan Mamanya. Tidak jarang mereka berkhayal agar dapat bertukar posisi sebentar saja. Kadang-kadang, Mira malah lebih memilih sarapan di rumah Kelly. Makanan buatan Ibu Kelly sangat enak, membuat Mira betah berlama-lama di rumah sederhana itu.

Mira dan Kelly bertemu dengan Riku, murid satu sekolah yang mereka temui ketika dalam perjalanan ke sekolah. Sejak hari itu, akhirnya mereka menjadi akrab. Seiring berjalannya waktu, timbul rasa sayang Riku kepada Mira, melebihi rasa sayangnya sebagai sahabat kepada Kelly maupun teman wanita mereka yang lain. Tanpa disangka ternyata Kelly malah jatuh hati Riku. Kelly sempat mengutarakan perasaannya itu pada Mira, tapi emang dasar Mira yang cuek, ia tidak terlalu ambil pusing dengan hal itu.


Mira yang memang selalu dituntut untuk menjadi nomor satu mendapat halangan dari Aoi, murid bermata sipit yang menjadi saingannya dalam mendapat posisi nomor satu. Aoi adalah cowok yang cerdas, namun sikapnya yang selalu dingin pada Mira membuat Mira selalu saja kesal pada tingkah Aoi. Suatu waktu, sekolah mereka mengadakan pemilihan ketua OSIS tahun ajaran baru. Mira yang memang mendapatkan posisi ketua OSIS mati-matian agar bisa terpilih, namun sayang, ia harus bisa berbesar hati karena Aoi-lah yang terpilih sebagai ketua. Mira dengan berat hati menjadi wakil Aoi. Meski sering bekerja sama dalam kegiatan OSIS, tapi tetap saja hubungan mereka tidak pernah baik.

Pepatah yang mengatakan batu kokoh, apabila terus menerus terkena tetesan air, maka akan berlubang juga, ternyata terbukti pada kehidupan Mira. Pertemuan-pertemuan dengan Aoi, membuat Mira nyaman dengan adanya Aoi di sekitarnya. Sikap Aoi yang dingin, lama kelamaan semakin menghangat. Mira menaruh hati pada Aoi, meskipun Aoi seakan terus menghindar dari perasaan yang sama dengan perasaan Mira. Aoi merasa tidak pantas karena ia hanya seorang anak dari fotografer yang berpenghasilan pas-pasan. Ayah Aoi juga sering berpesan agar anaknya tidak terlalu sering bergaul dengan anak-anak orang kaya, apalagi menjalin kasih, karena akan hanya menebar luka.

Sebelum mengetahui bahwa Mira anak orang kaya, ayah Aoi sangat menghargai Mira. Ia membiarkan masuk ke dalam rumah, membuatkan makanan untuknya, dan membicarakan hal apa saja. Tetapi, sejak Mira membuatkan segelas teh resep keluarganya untuk di sajikan pada ayah Aoi, seketika perilaku ayah Aoi berubah 180 derajat. Hal itulah yang semakin memperjelas hubungan antara mama Mira dan ayah Aoi. Setelah di selidiki, akhirnya Mira tahu kalau Aoi adalah singkatan dari sebuah sanggar fotografi milik ayah Aoi, yakni sanggar Aku Orang Indonesia. Nama Aoi adalah Aoi Lucios. Lucios merupakan akronim dari Lulu Cinta Oscar, penggabungan nama mama Mira dan ayah Aoi. Ayah Aoi sangat membenci orang kaya karena mama Mira dulu mencampakannya, lebih memilih menikah dengan papa Mira, yang merupakan orang kaya. Selain itu, ayah Aoi juga sangat membenci dirinya sendiri, karena sudah sekian lama kejadian itu, tapi ia tetap mencintai mama Mira.

Karena pretasinya, Aoi mampu melanjutkan pendidikannya ke luar negeri. Tapi, yang membuat Mira sedih, Aoi tidak memberinya pesan sama sekali. Harapan untuk bertemu dengan Aoi yang membuat Mira kembali bersemangat. Mira percaya bahwa cinta akan mempertemukan mereka berdua, Mira juga berjanji untuk menciptakan kehidupan yang menyenangkan seperti yang diharapakan mamanya dan ayah Aoi dulu. Pada akhirnya, hubungan Mira dengan mamanya menjadi semakin dekat. Mamanya kini mengurangi intensitasnya bekerja dan lebih banyak meluangkan waktu untuk Mira. 

Truth or Dare




Judul : Truth or Dare
Pengarang : Winna Efendi & Yoana Dianika
Penerbit : GagasMedia, 2012
Tebal Buku : 304 halaman
Harga : Rp 48.000
Jenis Buku : GagasDuet

“Saat mencintai seseorang, apa pun kesalahannya, kamu tidak akan bisa begitu saja berhenti mencintainya.”

Hubungan persahabatan satu laki-laki dan dua perempuan sepenuhnya tidak ada yang tulus, begitu kata Heather pada Catherine di sebuah pesta dansa, tapi tentunya Catherine tidak mengindahkan perkataan gadis paling populer, sekaligus paling menyebalkan di sekolahnya. Catherine dan Alice adalah dua sahabat yang sangat kontras. Tidak seperti Catherine, Alice merupakan sosok pendiam dan kurang bisa berbaur dengan lingkungannya. Alice pengidap disleksia, sebuah gangguan pada diri seseorang yang menyebabkan pengidapnya kesulitan dalam mengolah kata. Hal ini juga lah yang menyebabkan Alice tinggal kelas dan terpaksa mengulang satu tahun. Cat, panggilan Alice pada Catherine, sebenarnya adik kelas Alice, namun karena masalah tadi mereka akhirnya bisa saling mengenal. 


Persahabatan mereka dimulai ketika Cat membela Alice yang sedang dipermalukan oleh pasangan ‘selebriti’ sekolah, Heather dan Dustin. Mereka mengolok Alice, namun gadis itu hanya tertunduk dalam diam. Cat yang sudah kehilangan kesabaran akhirnya memukul Dustin agar bisa membuatnya berhenti mengolok Alice. Hal itu bisa membuat Dustin berhenti, tapi hukuman tetap harus dijalani Cat. Alice yang merasa tertolong sekaligus bersalah, berusaha meminta maaf pada Cat, tapi ternyata Cat tidak peduli, ia hanya ingin Alice sedikit berani. 

Persahabatan mereka berdua berjalan dengan sangat manis. Apalagi setelah kedatangan sosok Julian, siswa pertukaran dari Indonesia dengan kacamata dan kulit coklatnya, di antara Alice dan Cat. Mereka bertiga semakin akrab setelah mengerjakan sebuah proyek tugas dari guru sejarah mereka. Mereka semakin tidak terpisahkan. 

Waktu terus berganti, begitupun dengan perasaan masing-masing di antara mereka. Diam-diam Alice mengagumi sosok Julian yang mampu membuatnya merasa nyaman, selalu mendengarkan pendapatnya, menganggap dirinya ada. Namun Alice tidak mengungkapkan perasaannya itu, karena di saat yang bersamaan pula, Cat terlihat seolah menyukai sosok Julian. 

Pada akhirnya Cat dan Julian resmi berpacaran. Mereka berdua bahkan menjadi topik gosip terhangat di sekolah. Walau begitu, mereka terus mempertahankan hubungan persahabatan mereka bertiga. Cat dan Julian sering memaksa Alice untuk ikut menikmati waktu bersama, meminimalisirkan batas di antara Cat-Julian dan Alice. Alice meski meresa tidak enak, menghargai usaha Cat untuk tetap dekat dengannya. Mereka sering berjalan menikmati Belfast, kota kecil tempat mereka tinggal, bertiga. Menyusuri pantai sepi yang tidak jauh dari rumah, atau mengunjungi toko tempat Alice bekerja. Semuanya berjalan lancar, sampai suatu saat nenek Alice mendadak pingsn dan harus di larikan ke rumah sakit. Saat itu Alice benar-benar diliputi rasa cemas. Ibunya tidak bisa menolong banyak, karena Ibunya sendiri mengidap phobia apabila harus berada di lingkungan luar--Ibu Alice akan dilanda ketakutan yang luar biasa bila berada di tempat umum-- Alive menghubungi Cat, namun Cat tidak menjawab panggilan Alice. Pilihan kedua, Alice menelepon Julian. Mendengar nada bicara Alice yang terdengar panik, Julian langsung menemui Alice di rumah sakit. Sangat disayangkan, malam itu Julian memiliki janji dengan Cat. 

Cat yang menunggu Julian di sebuah cafe akhirnya tidak bisa bersabar lebih lama karena Julian tidak kunjung datang. Cat juga menyesali karena dia lupa membawa ponselnya. Cat akhirnya memutuskan untuk pulang. Di rumah, alangkah terkejutnya ia ketika mendapat pesan dari Alice. Tanpa babibu, dengan mengendarai mobil ibunya, Cat menyusul Alice ke rumah sakit. Sesampainya di sana, setelah melewati lorong-lorong gelap rumah sakit, Cat memergoki Alice dan Julian sedang berciuman. Emosi menjalar ke seluruh tubuh Cat. Julian berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, begitu pun Alice, tapi Cat tidak mau mendengar. Ia meninggalkan rumah sakit dengan hati yang masih kacau. 

Singkat cerita hubungan antara Cat dan Alice merenggang. Bahkan Cat tidak mengabari Alice kalau ia akan pindah ke kota lain. Di musim dingin yang tidak dilaluinya bersama Cat selama hampir dua tahun, Alice kembali ingin mengulang memori kebersamaannya dulu dengan Cat dan Julian. Alice pergi ke sebuah jurang yang tidak terlalu tinggi tempat mereka bertiga sering berbuat gila dengan menceburkan diri ke dalam air laut yang bersuhu rendah di musim dingin. Setelah melepaskan pakaiannya, Alice menceburkan diri ke dalam air. Sayang, ombak besar menggulung tubuhnya yang melemah, Alice meninggal dunia. 

Cat yang mendapat kabar mengenai kematian Alice merasa sangat terpukul. Ia yang biasanya berpakaian asal-asalan, pada hari pemakaman Alice terpaksa menggunakan pakaian yang sangat rapi, sesuai dengan janjinya dulu kepada Alice ketika sedang bergurau. Lihat Al, aku dress up hari ini. Aku menggunakan dress warna hitam dan high heels hitam yang kembar denganmu itu. Kau harus membayar ini semua, Al. Membayarku yang mau berpenampilan rapi di depan banyak orang. Al, aku dress up di waktu yang salah. Yah, waktunya salah, Al. Aku memenuhi permintaanmu untuk berpakaian rapi ketika menghadiri upacara pemakamanmu. Ini ironi kan, Al. 

Rabu, 24 Oktober 2012

If I Stay


Judul : If I Stay
Pengarang : Gayle Forman
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2011
Tebal Buku : 200 halaman
Harga : Rp 35.000
Jenis Buku : Terjemahan

Salah satu novel mengharukan yang berhasil membuat saya lumayan terenyuh, tentang seorang gadis bernama Mia yang bisa dibilang hidupnya sempurna. Ia memiliki keluarga yang sangat disayanginya, walaupun terkadang dia selalu merasa berbeda dengan anggota keluarganya itu. Ayah, Ibu, dan adiknya, Teddy, semua bermata biru dan berambut pirang. Ketiganya juga menyukai musik-musik keras seperti rock dan heavy metal, yang sangat jauh berbeda dengan Mia. Ia memiliki mata coklat, rambut gelap, dan menggeluti cello sebagai pilihan selera musiknya. Belum lagi Adam, kekasihnya, yang juga seorang bintang rock di band Shooting Star.

Hidup Mia berubah drastis di suatu pagi bersalju ketika mereka sekeluarga ingin mengunjungi salah satu teman. Kecelakaan tragis merengut nyawa Ayah dan Ibunya seketika, begitu pun Teddy yang meski sempat di bawa ke rumah sakit, namun nyawa tetap tidak tertolong. Kondisi Mia saat itu juga sangat kacau, kakinya patah, organ dalam tubuhnya berantakan. Dengan sigap petugas medis menolong Mia dan membawanya ke rumah sakit. Butuh beberapa menit bagi Mia untuk menyadari kalau dirinya yang sekarang, bukanlah dia yang diangkut ke dalam ambulance, dia yang dibawa kerumah sakit, dia yang memiliki tubuh. Diri Mia yang sekarang adalah Mia yang tidak kasat mata, hanya berupa arwah.

Ditengah kebingungan, Mia dihadapkan pada dua pilihan sulit--tetap tinggal atau pergi--selama satu hari kita disuguhkan flashback kehidupan Mia, dari mulai ia bertemu Adam, berteman dengan Kim, menghabiskan waktu bersama keluarga, dan hal-hal lain yang makin membingungkan Mia untuk memilih. Namun akhirnya, Mia menyadari betapa berharganya nilai kehidupan, ia memilih untuk tetap tinggal.

Kyaaaaa novel yang patut diacungi jempol deh, walaupun ceritanya jadi rada-rada mirip sama drama Korea, 49days, tapi yang beda Mia disini hanya satu hari untuk bisa kembali hidup. Secara keseluruhan novel ini jadi rekomen. Ada juga lanjutan dari novel ini, Where She Went.

Rabu, 26 September 2012

Canting Cantiq


Judul : Canting Cantiq
Pengarang : Dyan Nuranindya
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2009
Tebal Buku : 208 halaman
Harga : Rp 30.000
Jenis Buku : Teenlit

Melanie Adiwijoyo adalah cewek yang sempurna. Ia terlahir dengan wajah yang cantik, kulit putih, mata indah, dan tubuh yang langsing serta tinggi. Ia juga seorang putri tunggal pengusaha kaya. Mel, biasa ia dipanggil, juga pintar dan supel, memiliki banyak teman dimana-mana. Mel bercita-cita menjadi seorang model terkenal di Paris karena didukung kecantikannya yang bak bidadari.


Impiannya hancur seketika saat perusahaan perabot ayahnya bangkrut. Belum lagi ketika ayahnya mendapat serangan jantung dan meninggal dunia, Mel sangat terpuruk saat itu. Ia terpaksa tinggal bersama Eyang Santoso di Jogja. Awalnya ia sempat menolak tinggal di kota Jogja, tapi karena tidak ada pilihan lain akhirnya ia menurut. Eyang Santoso tidak tinggal sendiri. Ia adalah seorang pemilik kos-kosan terkenal di Jogja, yakni kos-an Soda (baca Cinderella Rambut Pink ;)). Penghuni kos-an itu juga beragam, ada Dara yang berpenampilan nyentrik, Jhony yang pede abis, Aiko yang wangi minyak telon, dan masih banyak lagi. Mel yang merasa derajatnya lebih tinggi dibanding penghuni Soda lainnya jadi sangat jutek dan tidak mau bergaul dengan mereka.

Satu orang yang menarik perhatian Mel adalah Bima, cowok pendiam dan pemalu di Soda. Mel putus dengan pacarnya sewaktu SMA karena ketahuan berselingkuh. Hal itu membuat Mel sedih, namun buru-buru bangkit dan tidak mau berlarut-larut. Mel bukanlah orang yang kaya lagi sekarang. Ia sadar harus mencari sebuah pekerjaan. Akhirnya ia bertemu sengan Aryati Sastra, seorang designer fashion yang tertarik dengan gaya berpakaian Mel yang modis.


Mel yang kurang percaya diri dengan desain awalnya malah dipuji oleh Aryati. Beliau bilang desain milik Mel sangat indah, perpaduan antar tradisional dan modern. Aryati yang kagu memutuskan untuk membuatkan sebuah acara peragaan busana rancangan Mel. Beberapa hari sebelum hari H, desain-desain milik Mel hilang. Pelakunya nggak lain adalah Karen, salah satu model Aryati yang iri melihat kedekatan Mel dan Bima. Mel hampir menyerah dan putus asa, namun Aryati terus mendukungnya dan menyuruhnya mengulang desainnya. Belum lagi semua penghuni Soda mau membantu khususnya Bima, Mel jadi tambah semangat dan berhasil membuat kembali desain-desainnya.


Hubungan Mel dan Bima juga pernah renggang, karena Mel merasa dibohongi oleh Bima. Mel juga bekerja di sebuah kafe sebagai pelayan bersama Bima. Bima yang mengaku hanya sebagai pelayan di kafe itu ternyata adalah pemilik kafe tempat Mel bekerja. Ia mengetahuinya dari percakapan para pelayan yang tidak sengaja ia dengar. Tapi, tidak bisa dibohongi perasaan Mel pada Bima, begitu  juga sebaliknya. Mereka akhirnya berdamai.

Pada suatu hari, Mel dijemput oleh pengacara ayahnya untuk bersekolh di Paris, tempat yang ia impi-impikan untuk didatangi. Disini Mel merasa senang tapi juga sedih. Senang karena pada akhirnya ia bisa mewujudkan mimpinya, namun sedih karena harus berpisah dengan keluarga barunya di Soda. Sehari sebelum keberangkatannya ke Paris, Bima memberanikan diri menyatakan perasaannya pada Mel. Ia tidak meminta Mel untuk menjadi pacarnya dan menyuruh Mel untuk bersekolah saja dulu. Mel bisa pergi ke Paris dengan tenang.

Sepulangnya ke Indonesia, Mel sudah menjadi orang yang sukses dan memiliki label pakaian miiknya sendiri, Canting Cantiq, yang sangat digemari oleh masyarakat. 


“…tidak ada satupun kesuksesan yang dapat bertahan lama kalau manusia sudah mengeluarkan sifat sombongnya.” (Canting Cantik, 2009)

Selasa, 25 September 2012

Sunshine Becomes You


Judul : Sunshine Becomes You
Pengarang : Ilana Tan
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2012
Tebal Buku : 432 halaman
Harga : Rp 65.000
Jenis Buku : Metropop

Sunshine Becomes You menyoroti kehidupan Mia Clark dan Alex Hirano. Alex Hirano adalah cowok keturunan Jepang yang lama tinggal di Amerika. Ia merupakan seorang pianis terkenal. Pertemuannya dengan Mia Clark yang sangat tidak terduga, ternyata bisa langsung mengubah hidupnya.

Mia Clark adalah seorang guru tari di sebuah studio tari dan berteman akrab dengan Ray Hirano, adik Alex Hirano. Mia adalah penari kontemporer yang hebat dan berbakat, namun karena sebuah alasan, ia memutuskan untuk hanya mengajar.


Mia yang terjatuh dari tangga dan menimpa Alex merupakan awal pertemuan mereka. Bukannya Mia yang cedera, malah tangan kiri Alex yang terkilir parah sampai-sampai harus dilarikan ke rumah sakit. Alex merasa frustasi dengan keadannya, karena ia tidak bisa menghabiskan waktunya di depan piano lagi selama tangannya sakit. Kebenciannya pada Mia langsung timbul, membuat Mia agak takut dengan tatapan Alex. Lalu alex menjuluki Mia sebagai 'Malaikat Kegelapan', meskipun wajahnya bisa dibilang menarik, tapi Mia sudah membuat Alex celaka.

Karena merasa bersalah, Mia memutuskan untuk menjadi 'tangan kiri' Alex, yang bertugas membantu Alex dalam beraktivitas. Pada awalnya, Alex mengacuhkan Mia, tidak menggubris semua yang dilakukan Mia, tapi lama-kelamaan, Alex merasa terbiasa dengan adanya Mia di apartemennya. Alex yang selama ini berkepribadian buruk, setelah mengenal dan dekat dengan Mia, Alex menjadi lebih peduli dengan lingkungannya, peka, hidupnya lebih terasa sebagai hidup, walau masih tetap arogan (‾▿‾")

Kebersamaan Alex dan Mia yang semakin hari semakin dekat membuat Ray cemburu. Ia memang sudah lama menyukai Mia, makanya mau mengajar distudio yang sama dengan Mia, padahal b-boy-nya sudah cukup tenar. Disini perselisihan antara Alex dan Ray terjadi. Tapi, Mia berhasil meredakan kemarahan dua kakak beradik ini, dan bilang kalau ia hanya mengaggap Ray sebagai teman. Sedikit kecewa, namun Ray bisa menerimanya. Alex sebenarnya tidak ingin terlalu dekat dengan Mia, namun ia juga bingung mengapa orang-orang disekitarnya sangat menyukai Mia.

Ternyata Mia memiliki rahasia yang selalu disimpannya. Ia mengidap penyakit jantung, dan itulah yang membuatnya harus mengurangi jadwal menari kalau tidak ingin penyakitnya kambuh. Mia sebenarnya tergabung dalam sekelompok penari balet profesional yang mengadakan tur kemana-mana, namun mengingat kondisinya, ia memutuskan untuk keluar. Ia tidak benar-benar berhenti dari dunia tari. Ia sesekali masih menari walau temponya gak lebih sedikit.


Singkatnya, setelah melakukan sebuah pertunjukkan yang dipaksakan oleh dirinya, penyakit Mia kembali kumat. Ia masuk ke dalam rumah sakit dan dirawat disana. Tapi sayang, nyawanya tidak tertolong. Mia menghebuskan nafas terakhirnya setelah melakukan hal yang sangat diinginkannya, yakni menari.

Sebenarnya cerita sad ending seperti ini sudah sering disuguhkan oleh penulis-penulis novel di Indonesia, tapi gaya bahasa dan penuturan Ilana Tan yang bisa membuat hati dag-dig-dug, emosi diacak-acak, bikin keder juga. Waktu pertama kali dapet rekomen novel ini, sempet underestimate kalau ceritanya biasa-biasa aja, tapi ternyata netes juga ya air mata (っ˘з˘)


Bagian favorit sih..............................................................banyak. Apalagi waktu baca bagian Mia yang bertekad keras untuk ikut konser, walaupun pada akhirnya dia.........huaaaaa

Rabu, 19 September 2012

Blind Date


Judul : Blind Date
Pengarang : Alia Zalea
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2010
Tebal Buku : 272 halaman
Harga : Rp 39.000
Jenis Buku : Metropop

Blind Date merupakan novel keempat karangan Alia Zalea. Kali ini pengarang menceritakan tentang Titania Larasati yang sudah kepepet harus memberikan orang tuanya seorang menantu, mengingat usianya yang hampir menginjak kepala tiga. Penggambaran sosok Titania yang dibuat tidak cantik namun mampu tampil menarik bisa dibilang sangat berbeda dengan kebanyakan novel romantis, jadi berasa dibelaaa ;;) hehehe



Singkat cerita, Titania mendaftar di sebuah biro jodoh dengan mengeluarkan US$2,000 untuk memepertemukannya dengan laki-laki idamannya. Dorongan dari sang adik dan penghianatan oleh Brandon, kekasihnya, membuat Titania mantap dengan pilihannya. Oh ya, di awal cerita dikatakan bahwa Titania sendiri yang memergoki Brandon berselingkuh dengan sekretarisnya. Alasannya juga amat sangat menggelikan, yakni karena Titania tetap memepertahankan virginitasnya selama tiga tahun mereka berpacaran. Padahal bukan tidak mungkin Titania yang saat ini tinggal si Amerika menyerahkan begitu saja harga dirinya, toh banyak remaja Indonesia yang melakukannya ( oopsss :'( )

Seakan mendapat sebuah kutukan dari Brandon yang mengatakan bahwa tidak ada lelaki yang akan menyukai dirinya kecuali Brandon, membuat Titania mati-matian mencari pasangan. Tapi apa mau di kata, semua klien yang disodorkan padanya nggak ada yang 'nyantol' di hatinya. Sampai suatu saat ia bertemu dengan Rilley, programmer bule yang saat itu kebingungan mencari selada di fresh market. Sejak saat itu, secara tidak sengaja, Titania dan Rilley semakin sering bertemu, entah saat ban mobil Titania bocor atau saat Titania diganggu oleh orang jahat...kebetulan yang menguntungkan ;)

Tanpa disangka ternyata Rilley adalah salah satu klien yang akan dijodohkan pada Titania. Mengetahui hal itu, tentu Titania merasa sangat senang, begitu juga Rilley. Akhirnya mereka memutuskan untuk jadian. Hubungan percintaan mereka berjalan mulus selama dua bulan pertama sampai akhirnya Titania bertemu dengan Brandon. Brandon mengatakan kalau Rilley hanya penasaran pada wanita Asia seperti Titania...disini Titania merasa ragu pada Rilley.


Hubungan Titanian dan Rilley putus begitu saja tanpa ada alasan dari Titania. Padahal Rilley sudah sangat menyayangi Titania, walaupun 'keinginannya' kadang-kadang muncul ketika bersama Titania, tapi ia berusaha menahannya. Semakin lama, Titania makin merasa kesepian. Rilley yang selama ini menemaninya mulai dirindukannya. Dengan penuh rasa bersalah, Titania menghubungi Rilley, tapi kabar yang ia dapat agak mengejutkan. Rilley pergi ke kota lain untuk berlibur selama beberapa bulan. 

Dengan mengendarai mobilnya, Titania berniat menyusul Rilley menuju bandara. Namun ditengah jalan ia mendapat kecelakaan sehingga harus dirawat di rumah sakit. Naaaah, mulai deh dari sini semua kejadian di atas diceritakan kembali oleh Rilley dan Didi, adik Titania.



Pada akhir cerita Rilley dan Titania menikah...what a life ;) aku suka banget bagian saat Rilley menggambarkan sosok wanita Asia dimatanya hehe Rilley bilang kalau wanita Asia bisa membuat orang Amerika seperti dirinya malu untuk mendekati karena sikap mandiri yang sudah tertanam dalam diri wanita Asia ;) tapi Rilley bilang wanita Asia mudah tersinggung....hayoo loohhh....

Selasa, 18 September 2012

Bellamore


Judul : Bellamore: A Beautiful Love to Remember
Pengarang : Karla M. Nashar
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2007
Tebal Buku : 210 halaman
Harga : Rp 42.000
Jenis Buku : Metropop

Lana memiliki prinsip yang dipegangnya dengan teguh. Ia akan mempertahankan virginity-nya sampai suatu saat ia menikah. Tidak seperti perempuan di lingkungannya yang malu jika masih virgin, Lana sangat membanggakan statusnya ( yeay;;)! virgin is cool, right? ). Hal ini lah yang membuat hubungan Lana dengan pacar-pacarnya dulu berjalan tidak langgeng, karena ia menolak 'keinginan' mereka.


Lana memiliki dua sahabat karib yang seperti langit dan bumi. Sissy, si guardian angel,merupakan wanita yang religius, sedangkan Tiar adalah sosok daredevil yang memiliki julukan cream de la cream-nya anak gaul. Lana sendiri tidak se-konvensional dan se-religius Sissy, tapi juga tidak seliar Tiar. Bisa dibilang Lana adalah sosok abu-abu diantara hitam dan putih Sissy-Tiar. Meskipun sangat bertolak belakang, mereka dapat terus bersahabat dengan baik. 

Lana sering beradu mulut dengan Fabian, bule Italia yang baru saja pindah ke kantornya. Setelah mengetahui 'status' Lana, Fabian semakin gencar mengolok-olok Lana. Suatu saat berita tentang 'status' Lana di dengar oleh Dedo, si biang gosip, sehingga berita itu menyebar ke seluruh penjuru kantor tapi bukan Lana namanya kalau ia sampai ambil pusing dengan masalah seremeh itu.

Tiar dan Sissy yang sangat peduli pada Lana berusaha menjodohkan Lana dengan Iwan, salah satu teman Tiar. Perjodohan ini ternyata berhasil, Iwan dan Lana jadian. Suatu hari Tiar menantang Lana pergi ke restoran dengan menggunakan dress merah berpotongan provokatif. Merasa diremehkan, Lana menyanggupi tantangan Tiar. Tiba di restoran, Lana mohon izin untuk pergi ke toilet. Di lorong menuju toilet, ia bertemu Fabian yang sedang berpelukan mesra dengan seorang wanita. Entah mengapa, Lana seakan dikuasai emosi yang tidak ia sadari. Fabian yang melihat kejanggalan pada diri Lana menjelaskan kalau perempuan tadi adalah adiknya yang akan kembali ke Italia. Lana sempat merasa bersalah, namun ia berpura-pura seperti tidak terjadi apa-apa.


Hubungan Lana dan Iwan berjalan baik selama tiga minggu pertama. Sampai akhirnya kejadian tidak mengenakan menimpa Lana. Iwan ternyata sama dengan pacar-pacarnya dulu yang menginginkan Lana secara fisik. Untungnya, saat itu ada seorang cleaning service yang memergoki Iwan yang berusaha memaksa Lana melakukan hal yang tidak baik. Iwan dilaporkan ke pihak berwajib, sedangkan Lana yang shock pingsan seketika. Bisa dipastikan setelah kejadian ini, hubungan Lana dan Iwan berakhir.

Di kantor, Lana menjadi sorotan atas kejadian yang menimpannya. Fabian yang peduli pada Lana berusaha menunjukkan sikap simpatinya. Namun, Lana merasa terganggu dan mengeluarkan kata-kata kasar pada Fabian. Setelah kejadian itu, Lana merasa sangat bersalah. Esoknya, ia menerima paket mawar putih tanpa ia ketahui kalau si pengirim adalah Fabian. Sejak itu pula, Fabian menghilang. Lana tidak pernah lagi bertemu dengannya.


Ketika berada di New York untuk sebuah pelatihan dari kantornya, Lana tanpa sengaja bertemu dengan Fabian. Tampang Fabian berbeda dari yang biasanya. Ia terlihat lebih kurus dan pucat. Lana baru mengetahui kalau Fabian mengidap penyakit lupus. Hari-hari selama di New York berusaha dilewati senyaman mungkin oleh Lana, karena ia tahu bisa saja hari itu hari terakhir ia melihat Fabian di dunia. Atas permintaan Fabian, Lana kembali ke Indonesia. Awalnya ia tidak mau, tapi setelah mendengar perkataan Fabian yang tidak ingin diri Lana terluka, ia menuruti apa yang diminta Fabian.

Hingga suatu saat, Lana bertemu degan Danny, laki-laki yang selalu mendukung dan ingin tahu semua tentang Lana. Danny adalah orang yang berbeda, sehingga Lana mau mempercayakan hatinya pada Danny. Lana dan Danny akhirnya menikah dan hidup bahagia. Di akhir cerita, Danny dan Lana mengunjungi Fabian yang telah tenang dan tidak akan merasakan sakitnya.


Novel ini full romantisnya >.< Fabian yang iseng tapi tetap terkesan cool bisa jadi sosok yang banyak diidamkan cewek-cewek...hehe. Tapi novel ini juga cukup membuat kita meneteskan air mata, seperti mengetahui Fabian yang selama ini ternyata mengidap penyakit ganas dan keteguhan hatinya yang bisa dilihat dari kata-kata yang ia ucapkan saat detik-detik akhir hidupnya :'') seribuuuuu buat Bellamoreeee!!!