Tampilkan postingan dengan label menarik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menarik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Januari 2013

Bittersweet Love



Judul : Bittersweet Love
Pengarang : Netty Virgiantini & Aditia Yudis
Penerbit : GagasMedia, 2012
Tebal Buku : 252 halaman
Harga : Rp 47.000
Jenis Buku : GagasDuet

"Cinta pun bisa tumbuh dari luka."


---Take It.---

Cerita pertama yang disuguhkan oleh Netty Virgiantini, menceritakan mengenai kehidupan Nawang yang berubah drastis ketika orang tuanya memutuskan untuk berpisah. Pada awalnya, keluarga Nawang merupakan keluarga yang bahagia. Ia tidak pernah merasa kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya dan semua kebutuhannya bisa terpenuhi. Semuanya menjadi berbeda ketika sang ayah berselingkuh dengan wanita lain dan diketahui oleh ibu Nawang. Mereka memutuskan untuk bercerai dan tidak memperdulikan Nawang yang saat itu betul-betul menentang keputusan mereka berdua. Sampai akhirnya, kedua orang tua Nawang resmi bercerai.

Tidak sampai disitu. Hati Nawang semakin hancur ketika mengetahui kedua orang tuanya memutuskan untuk menikah dengan pasangan baru mereka masing-masing. Ayah Nawang menikah dengan Tante Hesty, wanita selingkuhannya, yang memiliki satu orang anak laki-laki usianya, sedangkan ibunya, menikah dengan seorang arsitek kaya raya yang dulunya merupakan mantan pacar ibunya sewaktu masih kuliah. Dari pernikahan kedua ibunya, Nawang mendapatkan seorang saudara perempuan yang dua tahun lebih muda dari dirinya dari pernikahan ayah tirinya dengan istri pertamanya yang telah meninggal dunia bernama Joanna.

Semenjak itu, Nawang memilih untuk tinggal bersama ibu dan keluarga barunya di rumah yang lebih mewah dari rumahnya dulu. Sikap dan perilaku Nawang yang sekarang menunjukkan tanda ketidaksukaan pada ibu dan ayah tirinya serta Joanna, membuat keadaan semakin buruk. Nawang bahkan memilih untuk selalu makan diluar dibanding memakan masakan ibunya. Ia tidak lagi menganggap bahwa ia pernah dilahirkan dari perut wanita bernama Ajeng --ibu kandungnya-- Ia lebih sering menghabiskan waktu diluar rumah dan makan di warung makan sederhana milik sepasang suami istri yang telah dianggapnya sebagai orang tua. Ibu Nawang sudah sering sekali meminta Nawang untuk mengubah sikap tidak bersahabatnya, tapi Nawang hanya menganggapnya angin lalu, ia tidak peduli. Ia terus berbuat kasar dan acuh pada keluarga barunya itu.

Kenakalan Nawang menjadi-jadi apalagi ditambah kegiatan barunya sehabis pulang sekolah, tawuran. Ia menjadi perempuan satu-satunya yang ikut dalam tawuran sekolahnya melawan sekolah lain. Bukan apa-apa, Nawang hanya ingin memberi pelajaran pada saudara tirinya yang lain, Hefin, karena sudah berani merebut kebahagiaan keluarganya, khususnya perhatian ayah kandung Nawang. Nawang selalu menjadi yang paling depan berhadapan dengan sekolah lawan tanpa memperdulikan keselamatannya, tentu saja incarannya adalah Hefin. Pernah suatu kali ketika Hefin dan Nawang tengah berhadap-hadapan, hendak saling menyerang satu sama lain dalam suatu ajang tawuran, tanpa sengaja, salah satu teman Hefin berhasil melukai tangan Nawang, padahal saat itu, Nawang yakin sekali kalau Hefin lah yang akan terkena batu tajam, sehingga ia tanpa sadar menyelamatkan Hefin. Hal ini mengundang kemarahan Artan, sahabat Nawang. Artan yang biasanya selalu bisa melindungi Nawang kali ini gagal. Nawang terlanjur terluka parah. Artan memarahi Nawang habis-habisan, walaupun sebenarnya Artan lebih marah pada dirinya sendiri yang tidak tepat waktu menyelamatkan Nawang. Setelah kejadian itu, hubungan Artan dan Nawang semakin merenggang. Mereka tidak lagi bertegur sapa ata mengobrol seperti biasanya.

Karena sebuah pertengkaran hebat dengan Joanna, akhirnya keputusan Nawang untuk meninggalkan rumah semakin bulat. Nawang akan meninggalkan rumah dan menetap di rumah kakeknya yang jauh dari kesibukan kota setelah lulus SMA. Maka dari itu, ia berjuang agar dapat lulus dan terlepas dari keluarganya yang menurutnya menyebalkan itu.

Hari yang diimpikan Nawang tiba. Ia dinyatakan lulus dan berarti bisa pergi meninggalkan rumah sesuai dengan janjinya dulu. Dengan mengendarai scoopy birunya, ia pergi ke rumah kakek. Rencananya Nawang akan berkendara sendiri, namun ketika ia hendak pergi, Artan dan Hefin telah menungguinya di depan rumah. Nawang tidak terlalu peduli, tanpa banyak bicara, ia melajukan motornya. Setelah berunding, Hefin memutuskan untuk mengikuti Nawang. Sesekali Nawang menambah kecepatan laju motornya, berharap Hefin tertinggal jauh, namun usahanya sia-sia. Hingga malam menjelang, Nawang akhirnya tiba di rumah kakek, dan Hefin memutuskan untuk kembali pulang.

Di rumah kakek, Nawang menemukan kedamaian yang selama ini hilang dari dirinya. Disana juga ia bisa menjernihkan pikirannya. Setelah dibujuk kakeknya, akhirnya Nawang mau untuk diajak ke tempat dimana ia bisa melupakan amarahnya. Kakek membawanya ke sebuah bukit yang sepi, lalu menyuruh Nawang berteriak sekeras-kerasnya. Perlahan rasa sakit yang dirasakan Nawang berganti menjadi rasa lega, apalagi setelah kakek menasihatinya dengan lembut. Tanpa disangka, seseorang sudah memperhatikannya sejak tadi. Dia adalah Hefin.

---Pulang.---

Joanna tidak pernah membayangkan kalau ayahnya akan secepat itu melupakan bundanya yang meninggal dunia karena kanker mata. Bahkan sampai sekarang ia masih sangat sedih dengan kepergian bundanya, tapi ayahnya malah menikah dengan wanita lain yang seakan ingin mengganti posisi bundanya. Belum lagi kakak perempuan tirinya yang selalu membuatnya ketar-ketir karena wajahnya yang selalu dingin. Bukan hanya itu, perlakuan Nawang, kakak tirinya, juga sangat kelewatan. Ini semua karena ayahnya yang tidak membiarkan Jo menyetir sendiri ke sekolah, akhirnya Jo harus mau berboncengan dengan Nawang ke sekolah. Perjalan ke sekolah akan sangat mengerikan karena Nawang tidak tanggung-tanggung melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di sekolah, Jo harus rela memuntahkan seluruh sarapannya saking mualnya di ajak kebut-kebutan oleh Nawang.

Jo masih merasa beruntung karena memiliki Mike, kakak sepupu yang sangat dicintainya. Mike sangat mengerti Jo, apapun yang Jo mau, pasti akan di kabulkan oleh Mike. Tapi, karena kesibukannya sekarang, Jo harus menerima Mike yang sekarang tinggal berjauhan dengannya. Sering sekali Jo memohon agar bisa tinggal dengan Mike di Jakarta, tapi Mike tidak pernah menyetujui kemauan Jo yang satu itu.

Jo merasa hidupnya sangat menyedihkan, belum lagi karena ayahnya yang sekarang lebih memperhatikan ibu tirinya. Jo ingin pulang, pulang menemui ibunya, tapi niatan itu selalu diurungkannya. Jo juga bersikap dingin pada ibu tirinya, ia tidak sudi memanggilnya ibu atau apapun yang bisa membuatnya menggantikan bundanya.

Kesabaran Jo habis ketika pertengkaran hebat antara dirinya dan Nawang. Siang itu, Nawang terpaksa mengantarkan serabi titipan Artan, sabagai tanda minta maaf pada Nawang karena sempat memarahinya. Ini untuk pertama kalinya Jo masuk ke kamar Nawang. Sekali lagi ia memanggil Nawang, tapi tidak ada respon. Dengan sebal Nawang menghempaskan bungkusan yang di bawa Jo sehingga isinya jatuh berantakan. Nawang mendorong tubuh Jo dan berkata kalau Jo telah merebut semua yang dimilikinya. Mulai dari ibu sampai Artan, sahabat sekaligus satu-satunya orang yang disukainya. Awalnya Jo hanya diam, tapi akhirnya ia bereaksi dengan menantang Nawang untuk membunuhnya agar Nawang merasa puas. Ajang dorong mendorong pun tidak bisa dielakkan dan akhirnya Jo kembali ke kamarnya lalu mengemas barang-barangnya dalam sebuah ransel. Ia memutuskan untuk pergi dari rumah.Tante Ajeng, ibu tiri, berusaha untuk menghalangi keputusan Jo, tapi sia-sia. Jo lebih kuat dan mendorong tubuh Tante Ajeng. Dengan mengendarai mobilnya ia menuju bandara dan memarkir mobilnya. Jo memanggil taksi agar dapat diantar menuju stasiun.

Setibanya di Jakarta, bukan sambutan senang yang di dapat Jo dari Mike. Mike menunjukkan raut wajah kecewa yang membuat Jo makin salah tingkah. Dalam hati ia mengutukki dirinya sendiri yang sudah menyusahkan banyak orang. Membuat ayahnya kecewa, Mike repot, dan menyakiti ibu tirinya. Jo benar-benar menyesal. Di tengah keputusasaan, sempat terlintas di pikiran Jo kalau ia akan menyusul bundanya pulang. Ya, pulang dalam arti yang berbeda. Syukurlah Mike dapat menyadarkan dan mengubah jalan pikiran Jo. Setelah sebelumnya mengunjungi makam bundanya, Jo memutuskan untuk benar-benar pulang. Pulang kepada keluarga barunya, dan membangun hidup yang baru.

Rabu, 26 September 2012

Canting Cantiq


Judul : Canting Cantiq
Pengarang : Dyan Nuranindya
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2009
Tebal Buku : 208 halaman
Harga : Rp 30.000
Jenis Buku : Teenlit

Melanie Adiwijoyo adalah cewek yang sempurna. Ia terlahir dengan wajah yang cantik, kulit putih, mata indah, dan tubuh yang langsing serta tinggi. Ia juga seorang putri tunggal pengusaha kaya. Mel, biasa ia dipanggil, juga pintar dan supel, memiliki banyak teman dimana-mana. Mel bercita-cita menjadi seorang model terkenal di Paris karena didukung kecantikannya yang bak bidadari.


Impiannya hancur seketika saat perusahaan perabot ayahnya bangkrut. Belum lagi ketika ayahnya mendapat serangan jantung dan meninggal dunia, Mel sangat terpuruk saat itu. Ia terpaksa tinggal bersama Eyang Santoso di Jogja. Awalnya ia sempat menolak tinggal di kota Jogja, tapi karena tidak ada pilihan lain akhirnya ia menurut. Eyang Santoso tidak tinggal sendiri. Ia adalah seorang pemilik kos-kosan terkenal di Jogja, yakni kos-an Soda (baca Cinderella Rambut Pink ;)). Penghuni kos-an itu juga beragam, ada Dara yang berpenampilan nyentrik, Jhony yang pede abis, Aiko yang wangi minyak telon, dan masih banyak lagi. Mel yang merasa derajatnya lebih tinggi dibanding penghuni Soda lainnya jadi sangat jutek dan tidak mau bergaul dengan mereka.

Satu orang yang menarik perhatian Mel adalah Bima, cowok pendiam dan pemalu di Soda. Mel putus dengan pacarnya sewaktu SMA karena ketahuan berselingkuh. Hal itu membuat Mel sedih, namun buru-buru bangkit dan tidak mau berlarut-larut. Mel bukanlah orang yang kaya lagi sekarang. Ia sadar harus mencari sebuah pekerjaan. Akhirnya ia bertemu sengan Aryati Sastra, seorang designer fashion yang tertarik dengan gaya berpakaian Mel yang modis.


Mel yang kurang percaya diri dengan desain awalnya malah dipuji oleh Aryati. Beliau bilang desain milik Mel sangat indah, perpaduan antar tradisional dan modern. Aryati yang kagu memutuskan untuk membuatkan sebuah acara peragaan busana rancangan Mel. Beberapa hari sebelum hari H, desain-desain milik Mel hilang. Pelakunya nggak lain adalah Karen, salah satu model Aryati yang iri melihat kedekatan Mel dan Bima. Mel hampir menyerah dan putus asa, namun Aryati terus mendukungnya dan menyuruhnya mengulang desainnya. Belum lagi semua penghuni Soda mau membantu khususnya Bima, Mel jadi tambah semangat dan berhasil membuat kembali desain-desainnya.


Hubungan Mel dan Bima juga pernah renggang, karena Mel merasa dibohongi oleh Bima. Mel juga bekerja di sebuah kafe sebagai pelayan bersama Bima. Bima yang mengaku hanya sebagai pelayan di kafe itu ternyata adalah pemilik kafe tempat Mel bekerja. Ia mengetahuinya dari percakapan para pelayan yang tidak sengaja ia dengar. Tapi, tidak bisa dibohongi perasaan Mel pada Bima, begitu  juga sebaliknya. Mereka akhirnya berdamai.

Pada suatu hari, Mel dijemput oleh pengacara ayahnya untuk bersekolh di Paris, tempat yang ia impi-impikan untuk didatangi. Disini Mel merasa senang tapi juga sedih. Senang karena pada akhirnya ia bisa mewujudkan mimpinya, namun sedih karena harus berpisah dengan keluarga barunya di Soda. Sehari sebelum keberangkatannya ke Paris, Bima memberanikan diri menyatakan perasaannya pada Mel. Ia tidak meminta Mel untuk menjadi pacarnya dan menyuruh Mel untuk bersekolah saja dulu. Mel bisa pergi ke Paris dengan tenang.

Sepulangnya ke Indonesia, Mel sudah menjadi orang yang sukses dan memiliki label pakaian miiknya sendiri, Canting Cantiq, yang sangat digemari oleh masyarakat. 


“…tidak ada satupun kesuksesan yang dapat bertahan lama kalau manusia sudah mengeluarkan sifat sombongnya.” (Canting Cantik, 2009)

Rabu, 19 September 2012

Blind Date


Judul : Blind Date
Pengarang : Alia Zalea
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2010
Tebal Buku : 272 halaman
Harga : Rp 39.000
Jenis Buku : Metropop

Blind Date merupakan novel keempat karangan Alia Zalea. Kali ini pengarang menceritakan tentang Titania Larasati yang sudah kepepet harus memberikan orang tuanya seorang menantu, mengingat usianya yang hampir menginjak kepala tiga. Penggambaran sosok Titania yang dibuat tidak cantik namun mampu tampil menarik bisa dibilang sangat berbeda dengan kebanyakan novel romantis, jadi berasa dibelaaa ;;) hehehe



Singkat cerita, Titania mendaftar di sebuah biro jodoh dengan mengeluarkan US$2,000 untuk memepertemukannya dengan laki-laki idamannya. Dorongan dari sang adik dan penghianatan oleh Brandon, kekasihnya, membuat Titania mantap dengan pilihannya. Oh ya, di awal cerita dikatakan bahwa Titania sendiri yang memergoki Brandon berselingkuh dengan sekretarisnya. Alasannya juga amat sangat menggelikan, yakni karena Titania tetap memepertahankan virginitasnya selama tiga tahun mereka berpacaran. Padahal bukan tidak mungkin Titania yang saat ini tinggal si Amerika menyerahkan begitu saja harga dirinya, toh banyak remaja Indonesia yang melakukannya ( oopsss :'( )

Seakan mendapat sebuah kutukan dari Brandon yang mengatakan bahwa tidak ada lelaki yang akan menyukai dirinya kecuali Brandon, membuat Titania mati-matian mencari pasangan. Tapi apa mau di kata, semua klien yang disodorkan padanya nggak ada yang 'nyantol' di hatinya. Sampai suatu saat ia bertemu dengan Rilley, programmer bule yang saat itu kebingungan mencari selada di fresh market. Sejak saat itu, secara tidak sengaja, Titania dan Rilley semakin sering bertemu, entah saat ban mobil Titania bocor atau saat Titania diganggu oleh orang jahat...kebetulan yang menguntungkan ;)

Tanpa disangka ternyata Rilley adalah salah satu klien yang akan dijodohkan pada Titania. Mengetahui hal itu, tentu Titania merasa sangat senang, begitu juga Rilley. Akhirnya mereka memutuskan untuk jadian. Hubungan percintaan mereka berjalan mulus selama dua bulan pertama sampai akhirnya Titania bertemu dengan Brandon. Brandon mengatakan kalau Rilley hanya penasaran pada wanita Asia seperti Titania...disini Titania merasa ragu pada Rilley.


Hubungan Titanian dan Rilley putus begitu saja tanpa ada alasan dari Titania. Padahal Rilley sudah sangat menyayangi Titania, walaupun 'keinginannya' kadang-kadang muncul ketika bersama Titania, tapi ia berusaha menahannya. Semakin lama, Titania makin merasa kesepian. Rilley yang selama ini menemaninya mulai dirindukannya. Dengan penuh rasa bersalah, Titania menghubungi Rilley, tapi kabar yang ia dapat agak mengejutkan. Rilley pergi ke kota lain untuk berlibur selama beberapa bulan. 

Dengan mengendarai mobilnya, Titania berniat menyusul Rilley menuju bandara. Namun ditengah jalan ia mendapat kecelakaan sehingga harus dirawat di rumah sakit. Naaaah, mulai deh dari sini semua kejadian di atas diceritakan kembali oleh Rilley dan Didi, adik Titania.



Pada akhir cerita Rilley dan Titania menikah...what a life ;) aku suka banget bagian saat Rilley menggambarkan sosok wanita Asia dimatanya hehe Rilley bilang kalau wanita Asia bisa membuat orang Amerika seperti dirinya malu untuk mendekati karena sikap mandiri yang sudah tertanam dalam diri wanita Asia ;) tapi Rilley bilang wanita Asia mudah tersinggung....hayoo loohhh....

Jumat, 14 September 2012

Cinderella Rambut Pink


Judul : Cinderella Rambut Pink
Pengarang : Dyan Nuranindya
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2010
Tebal Buku : 200 halaman
Harga : Rp 29.000
Jenis Buku : Teenlit

Dara adalah gadis nyentrik yang baik hati. Ia telah menjadi yatim piatu sejak kematian orang tuanya karena kecelakaan lalu lintas saat ia masih kelas satu SMA. Karena itu lah Dara mati-matian mencari uang untuk mencukupi kebutuhannya dengan bekerja di dua tempat sekaligus. Untungnya, ia berkenalan dengan Eyang Santoso, pemilik kos-kosan Soda yang terkenal di Yogyakarta, dan menawari Dara untuk tinggal disana. Dara menerima tawaran Eyang Santoso dengan senang hati dan resmi menjadi penghuni kos-kosan Soda.


Gara-gara ingin menolong seorang ibu yang kecopetan di pasar, Dara nekat melempar salah satu sepatu kesayangannya, tapi sialnya, bidikan Dara meleset dan malah mengenai seorang cowok yang sedang asik dengan kameranya. Takut diomelin, Dara kabur dari tempat itu, berusaha merelakan Mr. Dekil, sepatu kesayangannya itu. Kini yang ada di kakinya hanya Mrs. Dekil.

Cowok yang terkena lemparan sepatu Dara adalah Oscar Montaimana, cucu dari J.B. Montaimana, pengusaha kaya di Indonesia. Meskipun hidup bergelimang harta, Oscar tidak begitu bahagia. Ia selalu dibanding-bandingkan dengan kakaknya Bima Montaimana, yang bisa dibilang sempurna. Hobi fotografi Oscar juga ditentang oleh orang tuanya, apalagi ayahnya. Itulah sebabnya, Oscar tumbuh menjadi anak yang pembangkang dan suka cari gara-gara. Oscar pergi ke Yogyakarta untuk menyegarkan pikirannya dari rutinitas perkuliahannya di Amerika. Pertemuan pertamanya dengan Dara membuat cewek itu langsung men-cap Oscar sebagai orang yang menyebalkan, walaupun wajahnya cukup mampu menarik perhatian Dara.


Suatu hari Oscar mengikuti lomba fotografi. Diam-diam ia menjadikan Dara sebagai modelnya. Tidak disangka Oscar mendapatkan juara favorit di ajang itu. Mengetahui hal itu, Dara terkejut. Ia tidak menyangka bahwa Oscar tega mempertontonkan dirinya yang bisa dibilang sangat malang itu di dalam sebuah gambar yang dilihat banyak orang. Belum lagi karena Mr. Dekil yang dirindukannya selama ini, ternyata ada pada Oscar. Dara jadi sangat membenci Oscar dan memutuskan untuk tidak berhubungan dengannya.


Oscar berusaha meminta maaf pada Dara, namun tidak semudah itu Dara memaafkannya. Hingga suatu hari, Oscar diminta kembali ke Amerika, baru disitulah Dara sadar bahwa ia akan sangat merindukan Oscar jika ia pergi. Dara sadar ia jatuh cinta pada Oscar. Oscar menyatakan perasaannya pada Dara dan untungnya Dara kali ini menerimanya, lalu Dara diperkenalkan dengan keluarga Montaimana yang hangat. Oh ya, Oscar juga sempat memberikan pin berbentuk piala Oscar pada Dara, supaya gadis itu selalu mengingatnya.

Chicken Soup for the Kid's Soul 2




Judul : Chicken Soup for the Kid's Soul 2
Pengarang : Jack Candfield, Mark Victor Hansen, dkk.
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2012
Tebal Buku : 228 halaman
Harga : Rp 50.000
Jenis Buku : Inspirasional

Seri Chicken Soup bisa dibilang cukup laris di dunia, karena kumpulan ceritanya yang inspirasional dan sangat memotivasi pembaca. Salah satu yang aku baca adalah Chicken Soup for the Kid's Soul seri dua ini. Kalau dilihat dari judul sih mudah ketebak ya kalau semua cerita didalamnya berisi cerita pengalaman nyata anak-anak kecil diseluruh dunia. Penuturan cerita mereka yang nggak ribet dan sangat jujur lebih mudah dipahami, tapi nggak mengurangi keunikan masing-masing ceritanya.



Salah satu cerita yang 'ngena' banget bagi aku judulnya Pelajaran dari Nona Bulu. Bercerita tentang anak perempuan bernama Molly yang menemukan kucing berbulu putih di balik semak-semak dengan keadaan yang menyedihkan. Bagi Molly, kucing itu adalah kucing paling merana yang pernah dilihatnya. Dengan hati-hati ia membawa anak kucing itu ke rumah dan menamainya Nona Bulu. Setelah dengan hati-hati membersihkan Nona Bulu, Molly mendapati bahwa ia sekarang memiliki anak kucing lucu berbulu seputih salju dan bermata sebiru langit. 

Beberapa minggu kemudian, ada sebuah keluarga baru yang pindah ke lingkungan rumah Molly. Keluarga itu memiliki anak perempuan bernama Judy Ann. Judy Ann berbicara dengan 'lucu' sehingga sering dipermainkan dan diolok-olok anak-anak lain. Molly merasa kasihan pada Judy Ann, dan berusaha menjaganya dari gangguan anak nakal.


Sama seperti Molly, Judy Ann juga sangat menyayangi Nona Bulu dan sering membantu mengurusnya bersama Molly. Suatu pagi, ibu Molly bertanya apakah Molly mau memberikan Nona Bulu pada Judy Ann, namun Molly menolak. Ia sudah terlanjur sayang pada Nona Bulu dan tidak mau menyerahkan Nona Bulu pada orang lain.

Setelah berpikir panjang, akhirnya Molly menyerahkan Nona Bulu pada Judy Ann. Judy Ann sangat senang menerima kejutan dari Molly, sampai-sampai ia menangis. Mereka saling berpelukan lama sekali, Nona Bulu juga terlihat tidak keberatan.


Kebanyakan kucing putih dengan mata biru tuli, termasuk Nona Bulu. Karena Nona Bulu mungil tidak bisa mendengar, ia memerlukan perawatan terus menerus. Judy Ann bisa dibilang pengasuh yang tepat baginya, tak ada yang mengerti kebutuhan Nona Bulu sepenuhnya dibandingkan Judy Ann. Tahukah kau kenapa? Karena Judy Ann juga tuli.

Jumat, 31 Agustus 2012

Diary of a Wimpy Kid


Judul : Diary si Bocah Tengil (Diary of a Wimpy Kid) #1
Pengarang : Jeff Kinney
Penerbit : Atria, 2009
Tebal Buku : 216 halaman
Harga : Rp 34.900
Jenis Buku : Novel Kartun

Greg Heffley tidak berbeda dengan anak seusianya. Greg selalu bertengkar dengan kakaknya Rodrick, dan selalu diadukan oleh adik kecilnya Manny, ketika melakukan kesalahan. Tahun ini ia baru saja masuk sekolah menengah pertama, bersama sahabatnya Rowley Jefferson.


Ketika mendapat sebuah buku bertuliskan 'Diary' disampulnya, Greg buru-buru meluruskan kalau yang ia dapat adalah sebuah jurnal, jadi jangan berharap kalau dia akan menumpahkan seluruh isi hatinya dalam buku itu. Satu-satunya hal yang membuatnya setuju dengan gagasan ibunya itu adalah karena ia berpikir seandainya ia kaya dan terkenal, Greg tidak perlu repot-repot menjawab pertanyaan-pertanyaan dari wartawan sepanjang hari. Ia tinggal menyodorkan jurnalnya, dan masalah beres.

Greg memiliki seorang kakak bernama Rodrick Heffley yang memiliki band heavy metal bernama Loded Diper, dan ia seorang drummer dalam band itu. Sebenarnya Greg ingin sekali mengkritik ejaan nama band Rodrick, yang seharusnya ditulis Loaded Diaper, jadi jangan berpikir kalau mereka sengaja membuat nama band mereka terlihat keren, namun sesungguhnya mereka benar-benar tidak tahu cara mengejanya. Karena sering berlatih di rumahnya, ayah mereka, Frank Heffley, menjadi 'gila'. Ia tidak menyukai selera musik Rodrick, namun hal itu tidak diindahkan oleh Rodrick. Ibunya, Susan Heffley, sangat mendukung kegiatan putranya itu. Ia merasa kalau mereka bisa membuat band keluarga apabila Rodrick terus berlatih.

Manny, adik Greg, adalah pengadu besar. Misalnya saja saat ia masih belum bisa bicara, ia melihat Greg melakukan suatu kesalahan, tapi baru dua tahun kemudian, saat Manny sudah bisa bicara, ia mengadukan Greg pada ibunya sehingga Greg mendapat hukuman.

Sepenuhnya novel ini berisikan tentang kehidupan Greg yang tidak selalu menyenangkan (karena kebanyakan ia mendapat sial). Kemalangan dan kekonyolan akan membuat kita mengingat kembali kejadian serupa yang mungkin kita alami. Karena ditulis oleh anak kecil, tulisan didalam novel ini juga seperti tulisan tangan anak kecil, yang terkadang miring, tidak beraturan. Selain itu, gambar-gambar ilustrasi yang ada sangat lucu dan menggambarkan keadaan yang dialami oleh Greg. Cerita-cerita yang disuguhkan juga merupakan cerita sehari-hari yang ringan namun tetap menarik. Novel ini juga telah difilmkan dengan judul yang sama pada tahun 2010, filmnya juga tidak kalah bagus dengan novelnya, walaupun ada bagian-bagian yang dihilangkan atau bahkan ditambah atau diganti.

Bagian favoritku dari novel ini..... semuanya! karena cerita yang disuguhkan berbeda-berbeda, tergantung dengan panjang pendeknya pengalaman yang dialami Greg, bisa dibilang ini semi-diary (?) misalnya saat Greg menjahili Manny dengan mengatakan kalau yang ada ditangan Greg adalah laba-laba, padahal itu hanya segumpal kecil benang kusut. Tapi sialnya, Manny menelan benag itu dan menangis sejadi-jadinya. Ketika ibu mereka datang dan menanyakan seberapa besar benang yang ditelan Manny sambil membawa biji-bijian, kismis, dan anggur untuk menjadi gambaran Manny, Manny malah berlari menuju kulkas dan mengambil sebutir jeruk. terus...terus...aaah banyak lah :D oh iya, serinya sudah sampai buku ke tujuh, tapi untuk Indonesia baru sampai lima, kalau nggak salah.

Ini beberapa gambar dari filmnya: