Sabtu, 12 Maret 2016

Oppa!! The Life of A Fangirl


Judul : Oppa!! The Life of A Fangirl
Pengarang : Canti Clarinta
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama (2015)
Tebal Buku : 128 halaman
Harga : Rp 69.900
Jenis Buku : Fiksi, Novel Grafis

Awalnya Jennie adalah mahasiswi seni biasa, sampai akhirnya negara api menyerang! Karena harus di rawat inap karena kesehatannya memburuk, Jennie yang 'gabut' tanpa sengaja membuka link video yang di share oleh salah seorang temannya di media sosial. Lalu, disinilah ceritanya dimulai!

Jennie menjadi seorang fangirl dan mencari tahu informasi yang berhubungan dengan dunia fangirl. Mulai dari istilah-istilahnya, membuat kpop-account khusus, fanwar, fanart, fansite, concert project, dan fashion style yang booming di kalangan para fangirl.

Ga sampe disitu saja, di novel grafis ini juga diceritakan bagaimana Jennie menghadapi persoalan cintanya dengan Ken, anak band yang ga bisa menghargai hobi barunya, cita-citanya serta dua sahabatnya, Anna dan Wendy untuk terbang ke Korea, dan juga pertemuannya dengan Dio, seorang fanboy yang dia temui di suatu event K-Pop.

Buat yang masih penasaran seperti apa dunia fans Kpop, kalian wajib baca novel ini. Bukan cuma dihibur dengan ilustrasinya yang unik dan cerita yang lucu, tapi kita juga bisa melihat sisi lain dari seorang K-Poper yang kadang cuma dilihat sebelah mata oleh non-K-Poper ;)

Pssst...novel ini bakal ada jilid 2-nya!

cr pic: Spes de Lune 

Jumat, 11 Maret 2016

Hola!

Haiiiii
Setelah sekian lama akhirnya aku bisa ngepost lagi di blog ini
like LAMA BANGET 2 TAHUN GA KEURUS????
dan terharunya lagi ternyata ada aja yang mau baca review aku yang masih jauh dari kata bagus ini :'') THANKS A LOT!!!
Kaget pas buka email lama dan tara! Banyak yang nanyain soal buku yang aku review, dari tahun 2012! SUMPAH KAGET ternyata ada yang baca huhuhuuuhu dan aku langsung merasa bersalah karena gantungin pertanyaan mereka sampe 2 tahun :"'(
Alhamdulillah semuanya udah aku bales meskipun beberapa bahkan akunnya udah lenyap ditelan bumi huhuhuuuuu sekali lagi terima kasih!!!
Semoga blog ini kedepannya makin banyak membantu ;)

Senin, 07 Maret 2016

Girls in The Dark


Judul : Girls in The Dark
Pengarang : Akiyoshi Rikako (2013)
Penerbit : Penerbit Haru
Tebal Buku : 289 halaman
Harga : Rp 46.500
Jenis Buku : Fiksi, Misteri, Thriller


Novel ini bercerita tentang 7 orang gadis SMA Santa Maria yang tergabung dalam Klub Sastra. Setelah kematian sang ketua klub, Shiraishi Itsumi, yang begitu penuh teka-teki, para anggota lainnya diselimuti perasaan berduka yang mendalam. Sosok Itsumi yang mereka sangat berharga di mata mereka, harus pergi tiba-tiba dengan cara yang misterius-- mati terjatuh dari balkon dengan menggenggam bunga lili berwarna putih. Itsumi adalah gadis yang tidak terlihat seperti manusia, melainkan dewi, begitu kata hampir seluruh penghuni sekolah. Kecantikannya yang tidak wajar, perilaku yang anggun, serta penuh tata kerama, menjadikan sosok Itsumi begitu mencolok di antara siswi lainnya. Kematiannya yang seperti itu tentu saja menimbulkan pertanyaan besar. Apakah ini murni kecelakaan? Atau bunuh diri? Karena apa? Lantas pesan apa yang ingin diberikan oleh Itsumi dengan bunga lili yang dipegangnya erat? Semua orang bertanya-tanya.

Anggota Klub Sastra yang kini diketuai oleh Sumikawa Sayuri, melakukan Yami-Nabe sekaligus mengenang Itsumi. Selain melakukan Yami-Nabe yang diperingati setiap tahunnya, Sayuri juga meminta para anggota membuat naskah singkat yang khusus dipersambahkan untuk Itsumi. Kelima anggota masing-masing membacakan naskahnya dalam ruangan klub yang sengaja dipadamkan lampunya, hanya memakai penerangan minim dari cahaya lilin. Satu per satu mereka membaca naskah, mulai dari anggota termuda Nitani Mirei, lalu Kominami Akane yang pintar membuat kudapan a la barat, Diana Detcheva si murid internasional berkewarganegaraan Bulgaria, Koga Sonoko yang bercita-cita menjadi seorang dokter, serta penulis muda, Takaoka Shiyo

Setelah mereka selesai membacakan naskah, kini giliran Sayuri yang membacakan naskahnya. Betapa terkejutnya kelima anggota yang lain ketika mendengar bahwa naskah tersebut adalah milik Itsumi, yang berisi bagaimana akhirnya mereka bisa bergabung dengan Klub Sastra yang diketuai Itsumi. Rahasia-rahasia mereka, dosa yang mereka lakukan, kesalahan fatal yang bisa membuat hidup mereka kacau jika sampai terdengar atau diketahui orang lain, semua diketahui oleh Itsumi. Naskah tersebut juga mengungkapkan rahasia milik Itsumi yang juga tidak diketahui oleh orang lain. Semua dibacakan dengan lancar dan tenang oleh Sayuri hingga selesai.

"Dia berbicara sambil meminum teh Earl Grey. Matanya yang tajam pun semakin melembut, dan bibirnya yang memikat pun makin lama semakin kalem..."

Wah, tidak terasa sudah satu tahun lebih saya tidak menulis, semoga kedepannya saya semakin sering memposting review buku di blog ini! chu~

Rabu, 23 April 2014

Hotel Majestic



Judul : Hotel Majestic (Peril at End House)
Pengarang : Agatha Christie (1932)
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2013
Tebal Buku : 321 halaman
Harga : Rp 50.000
Jenis Buku : Misteri, Thriller


Ketika tengah berlibur di sebuah pulau yang indah, St. Loo, tanpa sengaja Hercule Poirot dan Hastings bertemu dengan seorang gadis cantik yang ramah dan riang. Ia sangat mudah berbaur dengan orang yang baru ditemuinya bahkan tidak canggung untuk mengobrol cukup lama dengan kedua pria lajang yang baru dikenalnya itu. Dia adalah Nick Buckley, pemilik End House, sebuah rumah tinggal peninggalan keluarganya.

Pertemuan mereka ternyata membawa fakta bahwa nyawa Nick sebenarnya terancam. Tiga 'kecelakaan' dalam seminggu yang hampir membuatnya tewas menarik perhatian Poirot, sehingga dia mulai melakukan investigasi. Menurut Poirot hal itu cukup ganjal dan malah membuatnya berpikir kalau ketiga kejadian itu merupakan percobaan pembunuhan terhadap Nick. Diawali dengan sebuah lukisan besar yang jatuh, batu besar yang menggelinding dan hampir menimpanya, serta rem mobilnya yang tiba-tiba tidak berfungsi. Namun Nick menganggap hal itu hanyalah kecelakaan dan tidaklah terlalu penting.

Selama melakukan penyelidikan, Poirot dan Hastings juga bertemu dengan para sahabat Nick. George Challenger yang tampan, Frederica Rice dengan wajah murungnya, dan Jim Lazarus seorang pedagang lukisan. Poirot terus mengingatkan Nick bahwa kejadian tersebut bukanlah kecelakaan sehingga Nick harus berhati-hati apabila tidak ingin nyawanya melayang.

Dengan mengikuti saran dari Poirot, akhirnya Nick mengajak saudara sepupunya, Maggie Buckley untuk menemaninya di rumah besar tersebut. Maggie menyetujui permintaan Nick dan memilih menetap di End House. Namun sayang, si pembunuh salah mengira. Ia menembak Maggie yang disangkanya sebagai Nick ketika Maggie tengah mengenakan syal merah milik Nick dalam sebuah pesta di End House dan membuat nyawa Maggie melayang. Melihat kejadian itu Nick sangat histeris sehingga harus di bawa ke rumah sakit untuk memulihkan kondisinya. Selama masa pemulihan, Poirot memerintahkan pihak rumah sakit untuk melarang semua kunjungan untuk Nick, siapapun itu kecuali dirinya.

Poirot dan Hastings seakan mendapatkan cahaya terang ketika mengetahui bahwa Nick bertunangan dengan Michael Setton, seorang penerbang pewaris kekayaan yang meninggal beberapa waktu yang lalu dalam penerbangannya. Tetapi hubungan ini sengaja disembunyikan oleh Nick karena tidak mendapat restu dari paman Setton. Poirot terus menyelidiki seberapa besar warisan Michael Setton dan kepada siapa warisan itu akan diberikan. Ternyata seluruh harta Setton apabila ia meninggal akan diwariskan pada Magdala Buckley yang tidak lain adalah nama asli Nick.

Jadi, adakah hubungannya? silahkan baca sendiri dan saya jamin kalian akan sangat tidak menyangka :)

Minggu, 20 April 2014

Spring in London



Judul : Spring in London
Pengarang : Ilana Tan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2010
Tebal Buku : 270 halaman
Harga : Rp 42.000
Jenis Buku : Roman, Fiksi

Naomi Ishida adalah model terkenal keturunan Jepang yang kini menetap di London. Ia tinggal di sebuah flat bersama dengan dua temannya, Julie, seorang aktris teater, dan Chris, seorang kepala koki yang menyukai sesama jenis. Naomi sangat sibuk dalam menjalani profesinya. Ia bahkan menerima hampir semua tawaran pekerjaan untuk menyibukkan dirinya agar tidak terus berlarut-larut dalam kenangan kurang menyenangkan dirinya di masa lalu.

Hingga pada suatu hari, ia mendapat tawaran menjadi model sebuah video clip penyanyi Jung Tae-Woo dan dipasangkan dengan model Korea, Danny Jo, sebagai pasangannya di video klip tersebut. Naomi benar-benar tidak menyangka bahwa setelah sekian lama ia akan bertemu dengan seseorang yang berkaitan erat dengan masa lalu yang ingin dilupakannya. Karena itulah, sikap Naomi pada Danny Jo menjadi kurang bersahabat. Naomi sering menolak kebaikan yang ditawarkan oleh Danny hingga membuat Danny menjadi heran sekaligus penasaran karena menurutnya, inilah waktu pertama kali mereka bertemu dan tidak mungkin Danny melakukan perbuatan yang buruk pada Naomi di masa lalu.

Hal inilah yang lambat laun membuat Danny tertarik pada sosok Naomi. Perlakuan yang didapatnya malah semakin membuat Danny menyukai Naomi dan merasa harus melindungi gadis itu. Ia bahkan mulai merasakan rasa rindu setiap kali Naomi tidak berada di sisinya.

Seperti di dalam novel-novel lainnya, terdapat juga konflik kecil di dalam novel ini. Kehadiran Miho Nakajima, teman baik Naomi yang ternyata akan dijodohkan dengan Danny adalah salah satunya. Ketika Naomi mulai merasakan sesuatu yang berbeda pada diri Danny, Miho muncul dan mengatakan ketertarikannya pada Danny. Begitu pun dengan hati kecil Danny yang sedikit ragu apakah Naomi benar-benar tidak menaruh hati pada kedua bola mata Chris yang menurutnya mampu menaklukan setiap wanita yang ditemuinya.

Kenyataan bahwa perasaan mereka berdua mungkin saja bisa disatukan terhalang oleh kejadian masa lalu Naomi yang baru diketahui oleh Danny. Cerita masa lalu yang menjelaskan semua sikap dingin Naomi pada Danny pada awal pertemuan mereka. Danny merasa begitu merasa bersalah dan tidak mau menambah beban Naomi dengan rasa cintanya.

Selasa, 18 Februari 2014

London


Judul : London : Angel
Pengarang : Windry Ramadhina
Penerbit : Gagasmedia, 2013
Tebal Buku : 330 halaman
Harga : Rp 52.000

 


Semua karena cita-cita Ning. Kalau bukan karena semua impiannya tidak berada di kota London, tempat dengan jarak bermil-mil dari Jakarta, Gilang tidak mungkin merasakan kegelisahan kalau-kalau sampai kehilangan gadisnya itu. Ning dan Gilang sudah bersahabat sedari kecil. Tidak ada batasan bagi mereka berdua, sampai entah kapan Gilang merasakan sesuatu yang berbeda setiap kali ia bersama dengan Ning. Ada sesuatu yang belum pernah ia rasakan. Mungkinkah cinta?
 
 
 
 
Karena hasutan dari teman-teman lelakinya, akhirnya Gilang nekat menyusul Ning ke London. Gilang sengaja tidak memberitahu Ning karena ia berharap gadis itu akan terkejut melihat kehadirannya. Ia hanya memiliki waktu lima hari di London dan itu akan dimanfaatkan oleh Gilang sebaik-baiknya untuk menyatakan perasaannya pada Ning.
 
Sesampainya di London, niat Gilang untuk langsung bertemu dengan Ning gagal. Gadis itu tidak berada di kediamannya karena urusan pekerjaan. Dengan kecewa akhirnya Gilang memutuskan untuk menuju penginapan yang sudah di pesannya, Madge, yang berada tidak jauh dari kediaman Ning.
 
Di Madge, Gilang berkenalan dengan salah seorang pelayan yang bekerja di sana, Ed. Dia adalah lelaki keturunan London-India sehingga ia tidak mirip dengan laki-laki London kebanyakan yang kaku, malah Ed tergolong sangat berisik. Ed mendorong Gilang untuk melihat London Eye di Southbank. Awalnya ia tidak berminat tapi akhirnya ia pergi juga ke sana. Di sana ia bertemu dengan seorang gadis dengan paras menawan yang memaksanya menaiki London Eye. Entah mengapa Gilang yang sebenarnya tidak terlalu bersahabat dengan ketinggian menyetujui ajakan gadis itu. Rambut ikal yang indah, kulit putih yang bercahaya, mata biru yang cantik, dan bibir yang begitu menggoda gadis itu begitu menarik perhatian Gilang. Tapi, pertemuan itu tidak berlangsung lama. Gilang kehilangan jejak Goldilocks--ia memanggilnya begitu--seiring dengan semakin redanya hujan yang turun. Gadis itu meninggalkan payung merah miliknya.
 

Ning sangat menyukai seni. Perhatiannya pasti akan tersedot habis-habisan apabila berhadapan dengan lukisan, patung, dan seni lainnya. Tapi, ada sesuatu yang lain ketika Ning bertemu dengan Finn, seorang seniman yang ia kenal. Gilang menangkap sinyal kalau laki-laki itu berusaha merebut Ning darinya. Belum lagi karena rona merah di wajah Ning saat ia menatap Finn yang selalu muncul jika mereka sedang tenggelam berdua dalam dunia seni mereka, dimana Gilang tidak pernah menemukan rona merah yang sama ketika Ning bersama dirinya.
 
Dengan semua kejadian yang berlangsung selama lima hari di London, Gilang makin menyadari bahwa takdirlah yang membawanya pergi. Semua yang ia lakukan tidak sia-sia karena ia akan mendapatkan apa yang mesti di dapatnya dan melepas apa yang memang tidak bisa menjadi miliknya.



Kamis, 16 Januari 2014

Pembunuhan ABC




Judul : Pembunuhan ABC (The ABC Murders)
Pengarang : Agatha Christie (1936)
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2012
Tebal Buku : 344 halaman
Harga : Rp 45.000
Jenis Buku : Misteri-Thriller
 


Hercule Poirot, detektif terkenal di London, mendapatkan sebuah surat dari seseorang yang mengakui dirinya sebagai ABC pada suatu hari. Ia menunjukkan surat itu pada rekannya, Kapten Hastings, dan betapa terkejutnya Hastings ketika membaca surat tersebut. Sebuah surat dengan kertas yang cukup tebal dan terlihat mahal, serta tulisan meremehkan Poirot, seolah-olah dikirimkan oleh seseorang yang menaruh dendam padanya. Polisi London dibuat tidak berdaya ketika mendapati isi surat itu benar-benar terjadi. Berhatilah-hatilah terhadap yang akan terjadi di Andover pada tanggal 21 bulan ini, sebaris kalimat yang awalnya dianggap iseng belaka, ternyata menjadi sebuah malapetaka. Polisi belum sempat bertindak sehingga satu nyawa melayang di Andover. Orang malang itu adalah Mrs. Ascher. Hanya ada satu petunjuk yang ditinggalkan oleh sang pelaku, yakni sebuah buku panduan kereta api yang sering juga disebut ABC. Pembunuhan ini cukup menyulitkan polisi, tapi belum cukup menarik perhatian masyarakat.

Belum sempat kasus pertama terpecahkan, datang lagi surat tantangan dari ABC. Kali ini ia menetapkan Bexhill sebagai tempat ia mengincar korban selanjutnya. Polisi tidak tinggal diam. Mereka menyebarkan informasi mengenai ancaman pembunuhan ini dan meminta masyarakat dengan nama depan B untuk lebih waspada. Tapi sayang, polisi lengah. Jatuh lagi korban berikutnya. Seorang wanita muda bernama Elizabeth Barnard ditemukan tewas di tepi pantai. Lehernya di jerat oleh sabuk oleh seseorang. Dan lagi, buku panduan ABC tergeletak dekat dengan jenazahnya.
 

Kejadian ini memaksa Poirot berpikir lebih keras, meskipun pembunuhan ini masih akan terus berlanjut ke pembunuhan ketiga, keempat, dan seterusnya. Apa sebenarnya tujuan dari ABC yang melakukan pembunuhan secara acak dan sesuai abjad ini? Poirot berpikir dengan jalan yang berbeda dengan kepolisian. Ia berusaha memahami jalan pikiran si pembunuh dan motif ia melakukannya. Bukan seperti pihak kepolisian yang hanya mengandalkan bukti-bukti sebagai alasan mereka menangkap pihak yang dianggap paling sesuai sebagai pelaku pembunuhan tersebut.

Berdasarkan bukti inilah, polisi menangkap Mr. Alexander Bonaparte Cust, seorang veteran perang yang dianggap aneh dan kaku. Jauh dari kesan menarik yang selama ini dibayangkan oleh Poirot. Polisi sudah terlanjur memenjarakan Cust, namun pembunuh aslinya sudah melakukan kesalahan, yakni dengan berani menantang Poirot untuk membuka kedoknya. 

Menurut saya, sebagai pembaca pemula karya-karya Agatha Christie, novel ini sangat menarik. Kita benar-benar di ajak berpikir keras seperti Poirot untuk mengetahui siapa pembunuh ABC sebenarnya. Agatha Christie menciptakan karakter Poirot dengan begitu apik, membuat siapa pun yang membaca buku ini kagum akan pemikiran cerdas Poirot. Alur cerita yang tidak terburu-buru, dan latar tempat yang digambarkan Bagi saya, buku ini sangat istimewa.

Selasa, 14 Januari 2014

Menunggu


Judul : Menunggu
Pengarang : Dahlian & Robin Wijaya
Penerbit : GagasMedia, 2012
Tebal Buku : 304 halaman
Harga : Rp 46.000
Jenis Buku : GagasDuet

"Dia punya janji, mencintaimu saat ini. Aku punya hati, mencintaimu sampai mati."

---Last Chance---

Akhirnya, setelah tiga tahun lebih menetap di Melbourne, Risa kembali ke Indonesia. Kalau saja bukan karena Dhani, kakaknya, yang akan menikah, entah kapan ia berencana kembali ke negeri kelahirannya itu. Awalnya Risa hanya berencana untuk menghadiri acara pernikahan kakaknya itu lalu kembali ke Australia. Namun, setelah mengetahui bahwa Aby, sahabat Dhani sekaligus laki-laki yang paling dicintai Risa, ikut terlibat dalam mengurusi keperluan pernikahan, Risa dengan senang hati menjadi orang yang rela bersibuk-sibuk-ria mengurusi pernikahan Dhani. Sebenarnya Aby sempat menolak untuk bekerja sama dengan Risa karena yang mereka hadapi ialah pekerjaan yang mudah, hanya mengurus undangan dan souvenir. Tapi, Risa terus mendesak dan akhirnya mereka harus berkerja sama.

Selama mengurusi keperluan pernikahan kakaknya, Risa tidak henti-hentinya berusaha melelehkan sikap dingin Aby padanya. Banyak cara yang Risa lakukan. Mulai dari berpakaian seksi, mengambil hati Aby dengan berpura-pura menyukai anjing (walaupun pada akhirnya ia malah kesusahan karena gigitan anjing rabies), dan berbicara dengan nada yang lembut. Hal tersebut sia-sia karena Aby masih terus bersikap cuek padanya. 

Aby sebenarnya juga menyukai Risa, namun ia ingat ucapan Dhani bahwa ia tidak boleh memacari adiknya itu. Hal itu lah yang membuat Aby selalu menjauhkan diri dari Risa agar perasaannya tidak semakin berkembang. Ia tidak mau mengambil resiko berselisih dengan sahabatnya hanya karena mementingkan perasaannya.

Karena dinding pertahanan Aby tidak kunjung roboh, Risa akhirnya harus merelakan harga dirinya roboh dengan mengungkapkan perasaannya pada Aby. Tentu saja ia mendapat penolakan dari Aby. Tapi, setelah sekian lama, akhirnya Aby tahu kalau ucapan Dhani dulu tidaklah serius. Dhani tidak pernah mempermasalahkan apakah nantinya Aby menyukai Risa atau tidak. Tanpa menunggu lagi, akhirnya Aby menyatakan perasaannya dan mengakui kemunafikannya. Tentu saja ini membuat Risa sangat senang meskipun dia harus jatuh bangun terlebih dahulu untuk mendengar pernyataan Aby.


 
---Reason---

Gantar dan Lenka sudah berteman sejah masa kuliah, namun karena memilih masa depan yang berbeda, akhirnya mereka berpisah. Walaupun begitu, mereka berjanji untuk selalu berhubungan meskipun jarak mereka terpaut cukup jauh. Sekian tahun berlalu, Gantar berhasil menjadi seorang cameraman di sebuah stasiun televisi. Pada suatu siang, tanpa sengaja ia melihat acara berita di televisi dan mendapati bahwa pembawa acara berita tersebut adalah orang yang sangat dikenalnya, yakni Lenka. Bersamaan dengan kehadiran Lenka, perasaan yang dulu di rasakan Gantar kembali timbul.

Dengan berbagai informasi yang di dapatnya, akhirnya Gantar bisa kembali bertemu dengan Lenka. Lenka telah bertransformasi menjadi wanita yang elok namun tetap ramah seperti waktu dulu. Gantar tidak bisa mengelakkan perasaanya, ia masih sangat mencintai gadis itu.

Tapi sayang, harapan dan janjinya bersama Lenka berbalik menghantam Gantar. Lenka yang dulu masih sendiri, sekarang sudah bersama orang lain, Barata, seorang atasan Lenka di stasiun televisi tempat Lenka bekerja. Lenka di hadapkan pada dua kenyataan, yakni ia masih mengharapkan Gantar dan tidak bisa meninggalkan Barata yang selama ini ada untuknya.

Minggu, 31 Maret 2013

Summer In Seoul



Judul : Summer in Seoul
Pengarang : Ilana Tan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2006
Tebal Buku : 276 halaman
Harga : Rp 51.000
Jenis Buku : Metropop

Sandy atau Han Soon-Hee adalah gadis blasteran Indonesia-Korea yang sekarang menetap di Seoul untuk meneruskan pendidikannya. Kehidupannya mulai berubah ketika tanpa sengaja handphone miliknya tertukar dengan handphone Jung Tae-Woo --seorang artis terkenal di Korea-- yang saat itu dibawa oleh Kim Hyun-Sik, manajer Tae-Woo. Dengan terpaksa Sandy mendatangi kediaman Tae-Woo untuk mengambil kembali handphone-nya. Meski sudah terlalu malam, ia tetap memaksakan diri datang ke kediaman elit tersebut. Tanpa diduga, paparazi memergokinya dan mengambil fotonya bersama dengan Tae-Woo secara diam-diam.

Ketika foto mereka menyebar, gosip yang mengabari bahwa Tae-Woo seorang gay mulai berangsur hilang. Foto Tae-Woo dengan seorang wanita menyebarkan gosip baru bahwa Tae-Woo mempunyai seorang kekasih. Untunglah, wajah Sandy di foto tersebut tidak terlalu jelas, sehingga ia masih bisa bernafas lega.

Untuk benar-benar menghapus gosip gay dirinya, Tae-Woo meminta Sandy untuk berperan menjadi pacar rahasianya di foto. Sandy menyetujuinya, asal wajahnya tidak terlihat. Awalnya Tae-Woo merasa heran mengapa Sandy dengan mudahnya menyetujui permintaannya, tapi hal tersebut di tepisnya, melihat sikap Sandy yang apa adanya. Tanpa diketahui Tae-Woo, ternyata mereka memiliki masa lalu yang saling berkaitan erat.

Bukan hal mudah menyembunyikan rahasia ini dari orang-orang disekeliling Sandy. Sahabatnya sendiri adalah fans berat Tae-Woo, sehingga tahu semua gosip terbaru Tae-Woo. Ia juga sangat pandai 'membaca' perasaan Sandy. Ketika pada akhirnya sahabatnya tahu tentang hubungannya dengan Tae-Woo, sahabatnya juga berusaha sebisa mungkin untuk menutupi.



Karena kecerobohan ibu Tae-Woo, akhirnya identitas Sandy terbongkar. Ia tidak henti-hentinya dikejar oleh awak media, untuk meminta penjelasan dari Sandy. Setelah ditelusuri, akhirnya diketahuilah bahwa Sandy dan Tae-Woo saling berhubungan di masa lalu. Kakak Sandy, Lisa, adalah penggemar Tae-Woo. Empat tahun yang lalu, sebelum Tae-Woo come back, Lisa meninggal dunia karena tertabrak mobil yang ditumpangi Tae-Woo. Hal itulah yang membuat Tae-Woo stress dan menutup diri dari pers. Kini, luka masa lalunya kembali muncul seiring dengan kabar kedekatannya dengan Sandy. Terlebih lagi karena diam-diam Tae-Woo menaruh perasaan pada Sandy.


Dengan beban yang dipikulnya, Sandy memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Ia ingin meringankan pikirannya lagi setelah apa yang ia alami di Korea. Sialnya, ia mengalami kecelakaan sesaat sebelum ia terbang kembali ke Korea. Ia harus di rawat di rumah sakit dan koma beberapa hari. Mendengar kabar itu, Tae-Woo segera terbang ke Indonesia untuk menemui Sandy, padahal ia baru saja selesai mengadakan konser di negara lain. Hyun-Sik dibuat repot karena harus membatalakan dan mengaturulang jadwal Tae-Woo.

Sandy akhirnya sadar dan Tae-Woo-lah yang pertama kali ia lihat ketika membuka mata. Sandy benar-benar tidak menyangka karena Tae-Woo ada di depannya. Sambil bersusah payah, Sandy berkata "Aku merindukanmu."

Sabtu, 26 Januari 2013

Bittersweet Love



Judul : Bittersweet Love
Pengarang : Netty Virgiantini & Aditia Yudis
Penerbit : GagasMedia, 2012
Tebal Buku : 252 halaman
Harga : Rp 47.000
Jenis Buku : GagasDuet

"Cinta pun bisa tumbuh dari luka."


---Take It.---

Cerita pertama yang disuguhkan oleh Netty Virgiantini, menceritakan mengenai kehidupan Nawang yang berubah drastis ketika orang tuanya memutuskan untuk berpisah. Pada awalnya, keluarga Nawang merupakan keluarga yang bahagia. Ia tidak pernah merasa kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya dan semua kebutuhannya bisa terpenuhi. Semuanya menjadi berbeda ketika sang ayah berselingkuh dengan wanita lain dan diketahui oleh ibu Nawang. Mereka memutuskan untuk bercerai dan tidak memperdulikan Nawang yang saat itu betul-betul menentang keputusan mereka berdua. Sampai akhirnya, kedua orang tua Nawang resmi bercerai.

Tidak sampai disitu. Hati Nawang semakin hancur ketika mengetahui kedua orang tuanya memutuskan untuk menikah dengan pasangan baru mereka masing-masing. Ayah Nawang menikah dengan Tante Hesty, wanita selingkuhannya, yang memiliki satu orang anak laki-laki usianya, sedangkan ibunya, menikah dengan seorang arsitek kaya raya yang dulunya merupakan mantan pacar ibunya sewaktu masih kuliah. Dari pernikahan kedua ibunya, Nawang mendapatkan seorang saudara perempuan yang dua tahun lebih muda dari dirinya dari pernikahan ayah tirinya dengan istri pertamanya yang telah meninggal dunia bernama Joanna.

Semenjak itu, Nawang memilih untuk tinggal bersama ibu dan keluarga barunya di rumah yang lebih mewah dari rumahnya dulu. Sikap dan perilaku Nawang yang sekarang menunjukkan tanda ketidaksukaan pada ibu dan ayah tirinya serta Joanna, membuat keadaan semakin buruk. Nawang bahkan memilih untuk selalu makan diluar dibanding memakan masakan ibunya. Ia tidak lagi menganggap bahwa ia pernah dilahirkan dari perut wanita bernama Ajeng --ibu kandungnya-- Ia lebih sering menghabiskan waktu diluar rumah dan makan di warung makan sederhana milik sepasang suami istri yang telah dianggapnya sebagai orang tua. Ibu Nawang sudah sering sekali meminta Nawang untuk mengubah sikap tidak bersahabatnya, tapi Nawang hanya menganggapnya angin lalu, ia tidak peduli. Ia terus berbuat kasar dan acuh pada keluarga barunya itu.

Kenakalan Nawang menjadi-jadi apalagi ditambah kegiatan barunya sehabis pulang sekolah, tawuran. Ia menjadi perempuan satu-satunya yang ikut dalam tawuran sekolahnya melawan sekolah lain. Bukan apa-apa, Nawang hanya ingin memberi pelajaran pada saudara tirinya yang lain, Hefin, karena sudah berani merebut kebahagiaan keluarganya, khususnya perhatian ayah kandung Nawang. Nawang selalu menjadi yang paling depan berhadapan dengan sekolah lawan tanpa memperdulikan keselamatannya, tentu saja incarannya adalah Hefin. Pernah suatu kali ketika Hefin dan Nawang tengah berhadap-hadapan, hendak saling menyerang satu sama lain dalam suatu ajang tawuran, tanpa sengaja, salah satu teman Hefin berhasil melukai tangan Nawang, padahal saat itu, Nawang yakin sekali kalau Hefin lah yang akan terkena batu tajam, sehingga ia tanpa sadar menyelamatkan Hefin. Hal ini mengundang kemarahan Artan, sahabat Nawang. Artan yang biasanya selalu bisa melindungi Nawang kali ini gagal. Nawang terlanjur terluka parah. Artan memarahi Nawang habis-habisan, walaupun sebenarnya Artan lebih marah pada dirinya sendiri yang tidak tepat waktu menyelamatkan Nawang. Setelah kejadian itu, hubungan Artan dan Nawang semakin merenggang. Mereka tidak lagi bertegur sapa ata mengobrol seperti biasanya.

Karena sebuah pertengkaran hebat dengan Joanna, akhirnya keputusan Nawang untuk meninggalkan rumah semakin bulat. Nawang akan meninggalkan rumah dan menetap di rumah kakeknya yang jauh dari kesibukan kota setelah lulus SMA. Maka dari itu, ia berjuang agar dapat lulus dan terlepas dari keluarganya yang menurutnya menyebalkan itu.

Hari yang diimpikan Nawang tiba. Ia dinyatakan lulus dan berarti bisa pergi meninggalkan rumah sesuai dengan janjinya dulu. Dengan mengendarai scoopy birunya, ia pergi ke rumah kakek. Rencananya Nawang akan berkendara sendiri, namun ketika ia hendak pergi, Artan dan Hefin telah menungguinya di depan rumah. Nawang tidak terlalu peduli, tanpa banyak bicara, ia melajukan motornya. Setelah berunding, Hefin memutuskan untuk mengikuti Nawang. Sesekali Nawang menambah kecepatan laju motornya, berharap Hefin tertinggal jauh, namun usahanya sia-sia. Hingga malam menjelang, Nawang akhirnya tiba di rumah kakek, dan Hefin memutuskan untuk kembali pulang.

Di rumah kakek, Nawang menemukan kedamaian yang selama ini hilang dari dirinya. Disana juga ia bisa menjernihkan pikirannya. Setelah dibujuk kakeknya, akhirnya Nawang mau untuk diajak ke tempat dimana ia bisa melupakan amarahnya. Kakek membawanya ke sebuah bukit yang sepi, lalu menyuruh Nawang berteriak sekeras-kerasnya. Perlahan rasa sakit yang dirasakan Nawang berganti menjadi rasa lega, apalagi setelah kakek menasihatinya dengan lembut. Tanpa disangka, seseorang sudah memperhatikannya sejak tadi. Dia adalah Hefin.

---Pulang.---

Joanna tidak pernah membayangkan kalau ayahnya akan secepat itu melupakan bundanya yang meninggal dunia karena kanker mata. Bahkan sampai sekarang ia masih sangat sedih dengan kepergian bundanya, tapi ayahnya malah menikah dengan wanita lain yang seakan ingin mengganti posisi bundanya. Belum lagi kakak perempuan tirinya yang selalu membuatnya ketar-ketir karena wajahnya yang selalu dingin. Bukan hanya itu, perlakuan Nawang, kakak tirinya, juga sangat kelewatan. Ini semua karena ayahnya yang tidak membiarkan Jo menyetir sendiri ke sekolah, akhirnya Jo harus mau berboncengan dengan Nawang ke sekolah. Perjalan ke sekolah akan sangat mengerikan karena Nawang tidak tanggung-tanggung melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di sekolah, Jo harus rela memuntahkan seluruh sarapannya saking mualnya di ajak kebut-kebutan oleh Nawang.

Jo masih merasa beruntung karena memiliki Mike, kakak sepupu yang sangat dicintainya. Mike sangat mengerti Jo, apapun yang Jo mau, pasti akan di kabulkan oleh Mike. Tapi, karena kesibukannya sekarang, Jo harus menerima Mike yang sekarang tinggal berjauhan dengannya. Sering sekali Jo memohon agar bisa tinggal dengan Mike di Jakarta, tapi Mike tidak pernah menyetujui kemauan Jo yang satu itu.

Jo merasa hidupnya sangat menyedihkan, belum lagi karena ayahnya yang sekarang lebih memperhatikan ibu tirinya. Jo ingin pulang, pulang menemui ibunya, tapi niatan itu selalu diurungkannya. Jo juga bersikap dingin pada ibu tirinya, ia tidak sudi memanggilnya ibu atau apapun yang bisa membuatnya menggantikan bundanya.

Kesabaran Jo habis ketika pertengkaran hebat antara dirinya dan Nawang. Siang itu, Nawang terpaksa mengantarkan serabi titipan Artan, sabagai tanda minta maaf pada Nawang karena sempat memarahinya. Ini untuk pertama kalinya Jo masuk ke kamar Nawang. Sekali lagi ia memanggil Nawang, tapi tidak ada respon. Dengan sebal Nawang menghempaskan bungkusan yang di bawa Jo sehingga isinya jatuh berantakan. Nawang mendorong tubuh Jo dan berkata kalau Jo telah merebut semua yang dimilikinya. Mulai dari ibu sampai Artan, sahabat sekaligus satu-satunya orang yang disukainya. Awalnya Jo hanya diam, tapi akhirnya ia bereaksi dengan menantang Nawang untuk membunuhnya agar Nawang merasa puas. Ajang dorong mendorong pun tidak bisa dielakkan dan akhirnya Jo kembali ke kamarnya lalu mengemas barang-barangnya dalam sebuah ransel. Ia memutuskan untuk pergi dari rumah.Tante Ajeng, ibu tiri, berusaha untuk menghalangi keputusan Jo, tapi sia-sia. Jo lebih kuat dan mendorong tubuh Tante Ajeng. Dengan mengendarai mobilnya ia menuju bandara dan memarkir mobilnya. Jo memanggil taksi agar dapat diantar menuju stasiun.

Setibanya di Jakarta, bukan sambutan senang yang di dapat Jo dari Mike. Mike menunjukkan raut wajah kecewa yang membuat Jo makin salah tingkah. Dalam hati ia mengutukki dirinya sendiri yang sudah menyusahkan banyak orang. Membuat ayahnya kecewa, Mike repot, dan menyakiti ibu tirinya. Jo benar-benar menyesal. Di tengah keputusasaan, sempat terlintas di pikiran Jo kalau ia akan menyusul bundanya pulang. Ya, pulang dalam arti yang berbeda. Syukurlah Mike dapat menyadarkan dan mengubah jalan pikiran Jo. Setelah sebelumnya mengunjungi makam bundanya, Jo memutuskan untuk benar-benar pulang. Pulang kepada keluarga barunya, dan membangun hidup yang baru.

Kamis, 17 Januari 2013

Runner-Up Girl


Judul : Runner-Up Girl
Pengarang : Hanna Natasha
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2012
Tebal Buku : 168 halaman
Harga : Rp 35.000
Jenis Buku : Teenlit

Novel yang menceritakan tentang Mira, gadis tomboi dari keluarga kaya raya, memiliki rambut keriting yang sama ambisius dan perfeksionisnya dengan sang Mama. Memang, buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya. Karena hal itulah, Mira dituntut untuk selalu menjadi si nomor satu di segala bidang. Apabila tidak, Mamanya akan kecewa dan marah, begitupun Mira yang akan sangat sedih.

Mira berteman dengan Kelly, sahabatnya yang feminin dan berasal dari keluarga biasa-biasa saja. Namun terkadang, Mira sangat merasa iri pada Kelly yang memiliki seorang Ibu yang penyayang dan lembut, berbeda dengan Mamanya. Tidak jarang mereka berkhayal agar dapat bertukar posisi sebentar saja. Kadang-kadang, Mira malah lebih memilih sarapan di rumah Kelly. Makanan buatan Ibu Kelly sangat enak, membuat Mira betah berlama-lama di rumah sederhana itu.

Mira dan Kelly bertemu dengan Riku, murid satu sekolah yang mereka temui ketika dalam perjalanan ke sekolah. Sejak hari itu, akhirnya mereka menjadi akrab. Seiring berjalannya waktu, timbul rasa sayang Riku kepada Mira, melebihi rasa sayangnya sebagai sahabat kepada Kelly maupun teman wanita mereka yang lain. Tanpa disangka ternyata Kelly malah jatuh hati Riku. Kelly sempat mengutarakan perasaannya itu pada Mira, tapi emang dasar Mira yang cuek, ia tidak terlalu ambil pusing dengan hal itu.


Mira yang memang selalu dituntut untuk menjadi nomor satu mendapat halangan dari Aoi, murid bermata sipit yang menjadi saingannya dalam mendapat posisi nomor satu. Aoi adalah cowok yang cerdas, namun sikapnya yang selalu dingin pada Mira membuat Mira selalu saja kesal pada tingkah Aoi. Suatu waktu, sekolah mereka mengadakan pemilihan ketua OSIS tahun ajaran baru. Mira yang memang mendapatkan posisi ketua OSIS mati-matian agar bisa terpilih, namun sayang, ia harus bisa berbesar hati karena Aoi-lah yang terpilih sebagai ketua. Mira dengan berat hati menjadi wakil Aoi. Meski sering bekerja sama dalam kegiatan OSIS, tapi tetap saja hubungan mereka tidak pernah baik.

Pepatah yang mengatakan batu kokoh, apabila terus menerus terkena tetesan air, maka akan berlubang juga, ternyata terbukti pada kehidupan Mira. Pertemuan-pertemuan dengan Aoi, membuat Mira nyaman dengan adanya Aoi di sekitarnya. Sikap Aoi yang dingin, lama kelamaan semakin menghangat. Mira menaruh hati pada Aoi, meskipun Aoi seakan terus menghindar dari perasaan yang sama dengan perasaan Mira. Aoi merasa tidak pantas karena ia hanya seorang anak dari fotografer yang berpenghasilan pas-pasan. Ayah Aoi juga sering berpesan agar anaknya tidak terlalu sering bergaul dengan anak-anak orang kaya, apalagi menjalin kasih, karena akan hanya menebar luka.

Sebelum mengetahui bahwa Mira anak orang kaya, ayah Aoi sangat menghargai Mira. Ia membiarkan masuk ke dalam rumah, membuatkan makanan untuknya, dan membicarakan hal apa saja. Tetapi, sejak Mira membuatkan segelas teh resep keluarganya untuk di sajikan pada ayah Aoi, seketika perilaku ayah Aoi berubah 180 derajat. Hal itulah yang semakin memperjelas hubungan antara mama Mira dan ayah Aoi. Setelah di selidiki, akhirnya Mira tahu kalau Aoi adalah singkatan dari sebuah sanggar fotografi milik ayah Aoi, yakni sanggar Aku Orang Indonesia. Nama Aoi adalah Aoi Lucios. Lucios merupakan akronim dari Lulu Cinta Oscar, penggabungan nama mama Mira dan ayah Aoi. Ayah Aoi sangat membenci orang kaya karena mama Mira dulu mencampakannya, lebih memilih menikah dengan papa Mira, yang merupakan orang kaya. Selain itu, ayah Aoi juga sangat membenci dirinya sendiri, karena sudah sekian lama kejadian itu, tapi ia tetap mencintai mama Mira.

Karena pretasinya, Aoi mampu melanjutkan pendidikannya ke luar negeri. Tapi, yang membuat Mira sedih, Aoi tidak memberinya pesan sama sekali. Harapan untuk bertemu dengan Aoi yang membuat Mira kembali bersemangat. Mira percaya bahwa cinta akan mempertemukan mereka berdua, Mira juga berjanji untuk menciptakan kehidupan yang menyenangkan seperti yang diharapakan mamanya dan ayah Aoi dulu. Pada akhirnya, hubungan Mira dengan mamanya menjadi semakin dekat. Mamanya kini mengurangi intensitasnya bekerja dan lebih banyak meluangkan waktu untuk Mira. 

Idol Gagal



Judul : Idol Gagal
Pengarang : Indra Widjaya
Penerbit : Bukune, 2012
Tebal Buku : 308 halaman
Harga : Rp 38.000
Jenis Buku : Non Fiksi Komedi


Idol Gagal adalah buku perdana Indra Widjaya (@indrawidjaya) yang menceritakan segudang kegagalan yang ia alami hehehe... tercermin dari judulnya ‘kan? Di buku ini diuraikan semua pengalaman hidup yang dilalui Indra. Kisah hidupnya di bagi per bab dalam buku, mulai dari asal usul dirinya, kehidupan nomaden yang ia lakukan sejak kecil, kisah romantis kedua orang tuanya, kegagalan hidupnya, sampai mahluk-mahluk yang pernah dan sampai sekarang tinggal di rumahnya. Semuanya di ceritakan secara kocak dan menghibur. Tapi, ada satu bab yang bisa membuat mata berkaca-kaca atau bahkan sampai berurai air mata, yakni cerita tentang ayahnya, Pak Widjaya, seorang ayah yang menjadi inspirasinya. Secara keseluruhan, buku ini bisa dijadikan motivasi untuk terus bangkit dari kegagalan dan tidak berhenti mencoba. Kalau Indra bisa, kenapa kita tidak?


Salah satu bab membahas tentang peliharaan keluarga Widjaya. Tadaaaa ini dia Kellmo Widjaya, si kelinci playboy pemuja wanita penghina pria. Bahkan si Kellmo ini dibuatin account twitter khusus agar bisa merajalela di dunia maya -______- bisa dilihat avatarnya? yaaaap, playboy maksimal...

Indra Widjaya sekarang hidup bertiga dengan Adiknya, Ary Widjaya, dan Ibunya, Nyonya Syariah...

Truth or Dare




Judul : Truth or Dare
Pengarang : Winna Efendi & Yoana Dianika
Penerbit : GagasMedia, 2012
Tebal Buku : 304 halaman
Harga : Rp 48.000
Jenis Buku : GagasDuet

“Saat mencintai seseorang, apa pun kesalahannya, kamu tidak akan bisa begitu saja berhenti mencintainya.”

Hubungan persahabatan satu laki-laki dan dua perempuan sepenuhnya tidak ada yang tulus, begitu kata Heather pada Catherine di sebuah pesta dansa, tapi tentunya Catherine tidak mengindahkan perkataan gadis paling populer, sekaligus paling menyebalkan di sekolahnya. Catherine dan Alice adalah dua sahabat yang sangat kontras. Tidak seperti Catherine, Alice merupakan sosok pendiam dan kurang bisa berbaur dengan lingkungannya. Alice pengidap disleksia, sebuah gangguan pada diri seseorang yang menyebabkan pengidapnya kesulitan dalam mengolah kata. Hal ini juga lah yang menyebabkan Alice tinggal kelas dan terpaksa mengulang satu tahun. Cat, panggilan Alice pada Catherine, sebenarnya adik kelas Alice, namun karena masalah tadi mereka akhirnya bisa saling mengenal. 


Persahabatan mereka dimulai ketika Cat membela Alice yang sedang dipermalukan oleh pasangan ‘selebriti’ sekolah, Heather dan Dustin. Mereka mengolok Alice, namun gadis itu hanya tertunduk dalam diam. Cat yang sudah kehilangan kesabaran akhirnya memukul Dustin agar bisa membuatnya berhenti mengolok Alice. Hal itu bisa membuat Dustin berhenti, tapi hukuman tetap harus dijalani Cat. Alice yang merasa tertolong sekaligus bersalah, berusaha meminta maaf pada Cat, tapi ternyata Cat tidak peduli, ia hanya ingin Alice sedikit berani. 

Persahabatan mereka berdua berjalan dengan sangat manis. Apalagi setelah kedatangan sosok Julian, siswa pertukaran dari Indonesia dengan kacamata dan kulit coklatnya, di antara Alice dan Cat. Mereka bertiga semakin akrab setelah mengerjakan sebuah proyek tugas dari guru sejarah mereka. Mereka semakin tidak terpisahkan. 

Waktu terus berganti, begitupun dengan perasaan masing-masing di antara mereka. Diam-diam Alice mengagumi sosok Julian yang mampu membuatnya merasa nyaman, selalu mendengarkan pendapatnya, menganggap dirinya ada. Namun Alice tidak mengungkapkan perasaannya itu, karena di saat yang bersamaan pula, Cat terlihat seolah menyukai sosok Julian. 

Pada akhirnya Cat dan Julian resmi berpacaran. Mereka berdua bahkan menjadi topik gosip terhangat di sekolah. Walau begitu, mereka terus mempertahankan hubungan persahabatan mereka bertiga. Cat dan Julian sering memaksa Alice untuk ikut menikmati waktu bersama, meminimalisirkan batas di antara Cat-Julian dan Alice. Alice meski meresa tidak enak, menghargai usaha Cat untuk tetap dekat dengannya. Mereka sering berjalan menikmati Belfast, kota kecil tempat mereka tinggal, bertiga. Menyusuri pantai sepi yang tidak jauh dari rumah, atau mengunjungi toko tempat Alice bekerja. Semuanya berjalan lancar, sampai suatu saat nenek Alice mendadak pingsn dan harus di larikan ke rumah sakit. Saat itu Alice benar-benar diliputi rasa cemas. Ibunya tidak bisa menolong banyak, karena Ibunya sendiri mengidap phobia apabila harus berada di lingkungan luar--Ibu Alice akan dilanda ketakutan yang luar biasa bila berada di tempat umum-- Alive menghubungi Cat, namun Cat tidak menjawab panggilan Alice. Pilihan kedua, Alice menelepon Julian. Mendengar nada bicara Alice yang terdengar panik, Julian langsung menemui Alice di rumah sakit. Sangat disayangkan, malam itu Julian memiliki janji dengan Cat. 

Cat yang menunggu Julian di sebuah cafe akhirnya tidak bisa bersabar lebih lama karena Julian tidak kunjung datang. Cat juga menyesali karena dia lupa membawa ponselnya. Cat akhirnya memutuskan untuk pulang. Di rumah, alangkah terkejutnya ia ketika mendapat pesan dari Alice. Tanpa babibu, dengan mengendarai mobil ibunya, Cat menyusul Alice ke rumah sakit. Sesampainya di sana, setelah melewati lorong-lorong gelap rumah sakit, Cat memergoki Alice dan Julian sedang berciuman. Emosi menjalar ke seluruh tubuh Cat. Julian berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, begitu pun Alice, tapi Cat tidak mau mendengar. Ia meninggalkan rumah sakit dengan hati yang masih kacau. 

Singkat cerita hubungan antara Cat dan Alice merenggang. Bahkan Cat tidak mengabari Alice kalau ia akan pindah ke kota lain. Di musim dingin yang tidak dilaluinya bersama Cat selama hampir dua tahun, Alice kembali ingin mengulang memori kebersamaannya dulu dengan Cat dan Julian. Alice pergi ke sebuah jurang yang tidak terlalu tinggi tempat mereka bertiga sering berbuat gila dengan menceburkan diri ke dalam air laut yang bersuhu rendah di musim dingin. Setelah melepaskan pakaiannya, Alice menceburkan diri ke dalam air. Sayang, ombak besar menggulung tubuhnya yang melemah, Alice meninggal dunia. 

Cat yang mendapat kabar mengenai kematian Alice merasa sangat terpukul. Ia yang biasanya berpakaian asal-asalan, pada hari pemakaman Alice terpaksa menggunakan pakaian yang sangat rapi, sesuai dengan janjinya dulu kepada Alice ketika sedang bergurau. Lihat Al, aku dress up hari ini. Aku menggunakan dress warna hitam dan high heels hitam yang kembar denganmu itu. Kau harus membayar ini semua, Al. Membayarku yang mau berpenampilan rapi di depan banyak orang. Al, aku dress up di waktu yang salah. Yah, waktunya salah, Al. Aku memenuhi permintaanmu untuk berpakaian rapi ketika menghadiri upacara pemakamanmu. Ini ironi kan, Al.