Jumat, 14 September 2012

Cinderella Rambut Pink


Judul : Cinderella Rambut Pink
Pengarang : Dyan Nuranindya
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2010
Tebal Buku : 200 halaman
Harga : Rp 29.000
Jenis Buku : Teenlit

Dara adalah gadis nyentrik yang baik hati. Ia telah menjadi yatim piatu sejak kematian orang tuanya karena kecelakaan lalu lintas saat ia masih kelas satu SMA. Karena itu lah Dara mati-matian mencari uang untuk mencukupi kebutuhannya dengan bekerja di dua tempat sekaligus. Untungnya, ia berkenalan dengan Eyang Santoso, pemilik kos-kosan Soda yang terkenal di Yogyakarta, dan menawari Dara untuk tinggal disana. Dara menerima tawaran Eyang Santoso dengan senang hati dan resmi menjadi penghuni kos-kosan Soda.


Gara-gara ingin menolong seorang ibu yang kecopetan di pasar, Dara nekat melempar salah satu sepatu kesayangannya, tapi sialnya, bidikan Dara meleset dan malah mengenai seorang cowok yang sedang asik dengan kameranya. Takut diomelin, Dara kabur dari tempat itu, berusaha merelakan Mr. Dekil, sepatu kesayangannya itu. Kini yang ada di kakinya hanya Mrs. Dekil.

Cowok yang terkena lemparan sepatu Dara adalah Oscar Montaimana, cucu dari J.B. Montaimana, pengusaha kaya di Indonesia. Meskipun hidup bergelimang harta, Oscar tidak begitu bahagia. Ia selalu dibanding-bandingkan dengan kakaknya Bima Montaimana, yang bisa dibilang sempurna. Hobi fotografi Oscar juga ditentang oleh orang tuanya, apalagi ayahnya. Itulah sebabnya, Oscar tumbuh menjadi anak yang pembangkang dan suka cari gara-gara. Oscar pergi ke Yogyakarta untuk menyegarkan pikirannya dari rutinitas perkuliahannya di Amerika. Pertemuan pertamanya dengan Dara membuat cewek itu langsung men-cap Oscar sebagai orang yang menyebalkan, walaupun wajahnya cukup mampu menarik perhatian Dara.


Suatu hari Oscar mengikuti lomba fotografi. Diam-diam ia menjadikan Dara sebagai modelnya. Tidak disangka Oscar mendapatkan juara favorit di ajang itu. Mengetahui hal itu, Dara terkejut. Ia tidak menyangka bahwa Oscar tega mempertontonkan dirinya yang bisa dibilang sangat malang itu di dalam sebuah gambar yang dilihat banyak orang. Belum lagi karena Mr. Dekil yang dirindukannya selama ini, ternyata ada pada Oscar. Dara jadi sangat membenci Oscar dan memutuskan untuk tidak berhubungan dengannya.


Oscar berusaha meminta maaf pada Dara, namun tidak semudah itu Dara memaafkannya. Hingga suatu hari, Oscar diminta kembali ke Amerika, baru disitulah Dara sadar bahwa ia akan sangat merindukan Oscar jika ia pergi. Dara sadar ia jatuh cinta pada Oscar. Oscar menyatakan perasaannya pada Dara dan untungnya Dara kali ini menerimanya, lalu Dara diperkenalkan dengan keluarga Montaimana yang hangat. Oh ya, Oscar juga sempat memberikan pin berbentuk piala Oscar pada Dara, supaya gadis itu selalu mengingatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar