Rabu, 26 September 2012

Canting Cantiq


Judul : Canting Cantiq
Pengarang : Dyan Nuranindya
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2009
Tebal Buku : 208 halaman
Harga : Rp 30.000
Jenis Buku : Teenlit

Melanie Adiwijoyo adalah cewek yang sempurna. Ia terlahir dengan wajah yang cantik, kulit putih, mata indah, dan tubuh yang langsing serta tinggi. Ia juga seorang putri tunggal pengusaha kaya. Mel, biasa ia dipanggil, juga pintar dan supel, memiliki banyak teman dimana-mana. Mel bercita-cita menjadi seorang model terkenal di Paris karena didukung kecantikannya yang bak bidadari.


Impiannya hancur seketika saat perusahaan perabot ayahnya bangkrut. Belum lagi ketika ayahnya mendapat serangan jantung dan meninggal dunia, Mel sangat terpuruk saat itu. Ia terpaksa tinggal bersama Eyang Santoso di Jogja. Awalnya ia sempat menolak tinggal di kota Jogja, tapi karena tidak ada pilihan lain akhirnya ia menurut. Eyang Santoso tidak tinggal sendiri. Ia adalah seorang pemilik kos-kosan terkenal di Jogja, yakni kos-an Soda (baca Cinderella Rambut Pink ;)). Penghuni kos-an itu juga beragam, ada Dara yang berpenampilan nyentrik, Jhony yang pede abis, Aiko yang wangi minyak telon, dan masih banyak lagi. Mel yang merasa derajatnya lebih tinggi dibanding penghuni Soda lainnya jadi sangat jutek dan tidak mau bergaul dengan mereka.

Satu orang yang menarik perhatian Mel adalah Bima, cowok pendiam dan pemalu di Soda. Mel putus dengan pacarnya sewaktu SMA karena ketahuan berselingkuh. Hal itu membuat Mel sedih, namun buru-buru bangkit dan tidak mau berlarut-larut. Mel bukanlah orang yang kaya lagi sekarang. Ia sadar harus mencari sebuah pekerjaan. Akhirnya ia bertemu sengan Aryati Sastra, seorang designer fashion yang tertarik dengan gaya berpakaian Mel yang modis.


Mel yang kurang percaya diri dengan desain awalnya malah dipuji oleh Aryati. Beliau bilang desain milik Mel sangat indah, perpaduan antar tradisional dan modern. Aryati yang kagu memutuskan untuk membuatkan sebuah acara peragaan busana rancangan Mel. Beberapa hari sebelum hari H, desain-desain milik Mel hilang. Pelakunya nggak lain adalah Karen, salah satu model Aryati yang iri melihat kedekatan Mel dan Bima. Mel hampir menyerah dan putus asa, namun Aryati terus mendukungnya dan menyuruhnya mengulang desainnya. Belum lagi semua penghuni Soda mau membantu khususnya Bima, Mel jadi tambah semangat dan berhasil membuat kembali desain-desainnya.


Hubungan Mel dan Bima juga pernah renggang, karena Mel merasa dibohongi oleh Bima. Mel juga bekerja di sebuah kafe sebagai pelayan bersama Bima. Bima yang mengaku hanya sebagai pelayan di kafe itu ternyata adalah pemilik kafe tempat Mel bekerja. Ia mengetahuinya dari percakapan para pelayan yang tidak sengaja ia dengar. Tapi, tidak bisa dibohongi perasaan Mel pada Bima, begitu  juga sebaliknya. Mereka akhirnya berdamai.

Pada suatu hari, Mel dijemput oleh pengacara ayahnya untuk bersekolh di Paris, tempat yang ia impi-impikan untuk didatangi. Disini Mel merasa senang tapi juga sedih. Senang karena pada akhirnya ia bisa mewujudkan mimpinya, namun sedih karena harus berpisah dengan keluarga barunya di Soda. Sehari sebelum keberangkatannya ke Paris, Bima memberanikan diri menyatakan perasaannya pada Mel. Ia tidak meminta Mel untuk menjadi pacarnya dan menyuruh Mel untuk bersekolah saja dulu. Mel bisa pergi ke Paris dengan tenang.

Sepulangnya ke Indonesia, Mel sudah menjadi orang yang sukses dan memiliki label pakaian miiknya sendiri, Canting Cantiq, yang sangat digemari oleh masyarakat. 


“…tidak ada satupun kesuksesan yang dapat bertahan lama kalau manusia sudah mengeluarkan sifat sombongnya.” (Canting Cantik, 2009)

Selasa, 25 September 2012

Sunshine Becomes You


Judul : Sunshine Becomes You
Pengarang : Ilana Tan
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2012
Tebal Buku : 432 halaman
Harga : Rp 65.000
Jenis Buku : Metropop

Sunshine Becomes You menyoroti kehidupan Mia Clark dan Alex Hirano. Alex Hirano adalah cowok keturunan Jepang yang lama tinggal di Amerika. Ia merupakan seorang pianis terkenal. Pertemuannya dengan Mia Clark yang sangat tidak terduga, ternyata bisa langsung mengubah hidupnya.

Mia Clark adalah seorang guru tari di sebuah studio tari dan berteman akrab dengan Ray Hirano, adik Alex Hirano. Mia adalah penari kontemporer yang hebat dan berbakat, namun karena sebuah alasan, ia memutuskan untuk hanya mengajar.


Mia yang terjatuh dari tangga dan menimpa Alex merupakan awal pertemuan mereka. Bukannya Mia yang cedera, malah tangan kiri Alex yang terkilir parah sampai-sampai harus dilarikan ke rumah sakit. Alex merasa frustasi dengan keadannya, karena ia tidak bisa menghabiskan waktunya di depan piano lagi selama tangannya sakit. Kebenciannya pada Mia langsung timbul, membuat Mia agak takut dengan tatapan Alex. Lalu alex menjuluki Mia sebagai 'Malaikat Kegelapan', meskipun wajahnya bisa dibilang menarik, tapi Mia sudah membuat Alex celaka.

Karena merasa bersalah, Mia memutuskan untuk menjadi 'tangan kiri' Alex, yang bertugas membantu Alex dalam beraktivitas. Pada awalnya, Alex mengacuhkan Mia, tidak menggubris semua yang dilakukan Mia, tapi lama-kelamaan, Alex merasa terbiasa dengan adanya Mia di apartemennya. Alex yang selama ini berkepribadian buruk, setelah mengenal dan dekat dengan Mia, Alex menjadi lebih peduli dengan lingkungannya, peka, hidupnya lebih terasa sebagai hidup, walau masih tetap arogan (‾▿‾")

Kebersamaan Alex dan Mia yang semakin hari semakin dekat membuat Ray cemburu. Ia memang sudah lama menyukai Mia, makanya mau mengajar distudio yang sama dengan Mia, padahal b-boy-nya sudah cukup tenar. Disini perselisihan antara Alex dan Ray terjadi. Tapi, Mia berhasil meredakan kemarahan dua kakak beradik ini, dan bilang kalau ia hanya mengaggap Ray sebagai teman. Sedikit kecewa, namun Ray bisa menerimanya. Alex sebenarnya tidak ingin terlalu dekat dengan Mia, namun ia juga bingung mengapa orang-orang disekitarnya sangat menyukai Mia.

Ternyata Mia memiliki rahasia yang selalu disimpannya. Ia mengidap penyakit jantung, dan itulah yang membuatnya harus mengurangi jadwal menari kalau tidak ingin penyakitnya kambuh. Mia sebenarnya tergabung dalam sekelompok penari balet profesional yang mengadakan tur kemana-mana, namun mengingat kondisinya, ia memutuskan untuk keluar. Ia tidak benar-benar berhenti dari dunia tari. Ia sesekali masih menari walau temponya gak lebih sedikit.


Singkatnya, setelah melakukan sebuah pertunjukkan yang dipaksakan oleh dirinya, penyakit Mia kembali kumat. Ia masuk ke dalam rumah sakit dan dirawat disana. Tapi sayang, nyawanya tidak tertolong. Mia menghebuskan nafas terakhirnya setelah melakukan hal yang sangat diinginkannya, yakni menari.

Sebenarnya cerita sad ending seperti ini sudah sering disuguhkan oleh penulis-penulis novel di Indonesia, tapi gaya bahasa dan penuturan Ilana Tan yang bisa membuat hati dag-dig-dug, emosi diacak-acak, bikin keder juga. Waktu pertama kali dapet rekomen novel ini, sempet underestimate kalau ceritanya biasa-biasa aja, tapi ternyata netes juga ya air mata (っ˘з˘)


Bagian favorit sih..............................................................banyak. Apalagi waktu baca bagian Mia yang bertekad keras untuk ikut konser, walaupun pada akhirnya dia.........huaaaaa

Rabu, 19 September 2012

Blind Date


Judul : Blind Date
Pengarang : Alia Zalea
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2010
Tebal Buku : 272 halaman
Harga : Rp 39.000
Jenis Buku : Metropop

Blind Date merupakan novel keempat karangan Alia Zalea. Kali ini pengarang menceritakan tentang Titania Larasati yang sudah kepepet harus memberikan orang tuanya seorang menantu, mengingat usianya yang hampir menginjak kepala tiga. Penggambaran sosok Titania yang dibuat tidak cantik namun mampu tampil menarik bisa dibilang sangat berbeda dengan kebanyakan novel romantis, jadi berasa dibelaaa ;;) hehehe



Singkat cerita, Titania mendaftar di sebuah biro jodoh dengan mengeluarkan US$2,000 untuk memepertemukannya dengan laki-laki idamannya. Dorongan dari sang adik dan penghianatan oleh Brandon, kekasihnya, membuat Titania mantap dengan pilihannya. Oh ya, di awal cerita dikatakan bahwa Titania sendiri yang memergoki Brandon berselingkuh dengan sekretarisnya. Alasannya juga amat sangat menggelikan, yakni karena Titania tetap memepertahankan virginitasnya selama tiga tahun mereka berpacaran. Padahal bukan tidak mungkin Titania yang saat ini tinggal si Amerika menyerahkan begitu saja harga dirinya, toh banyak remaja Indonesia yang melakukannya ( oopsss :'( )

Seakan mendapat sebuah kutukan dari Brandon yang mengatakan bahwa tidak ada lelaki yang akan menyukai dirinya kecuali Brandon, membuat Titania mati-matian mencari pasangan. Tapi apa mau di kata, semua klien yang disodorkan padanya nggak ada yang 'nyantol' di hatinya. Sampai suatu saat ia bertemu dengan Rilley, programmer bule yang saat itu kebingungan mencari selada di fresh market. Sejak saat itu, secara tidak sengaja, Titania dan Rilley semakin sering bertemu, entah saat ban mobil Titania bocor atau saat Titania diganggu oleh orang jahat...kebetulan yang menguntungkan ;)

Tanpa disangka ternyata Rilley adalah salah satu klien yang akan dijodohkan pada Titania. Mengetahui hal itu, tentu Titania merasa sangat senang, begitu juga Rilley. Akhirnya mereka memutuskan untuk jadian. Hubungan percintaan mereka berjalan mulus selama dua bulan pertama sampai akhirnya Titania bertemu dengan Brandon. Brandon mengatakan kalau Rilley hanya penasaran pada wanita Asia seperti Titania...disini Titania merasa ragu pada Rilley.


Hubungan Titanian dan Rilley putus begitu saja tanpa ada alasan dari Titania. Padahal Rilley sudah sangat menyayangi Titania, walaupun 'keinginannya' kadang-kadang muncul ketika bersama Titania, tapi ia berusaha menahannya. Semakin lama, Titania makin merasa kesepian. Rilley yang selama ini menemaninya mulai dirindukannya. Dengan penuh rasa bersalah, Titania menghubungi Rilley, tapi kabar yang ia dapat agak mengejutkan. Rilley pergi ke kota lain untuk berlibur selama beberapa bulan. 

Dengan mengendarai mobilnya, Titania berniat menyusul Rilley menuju bandara. Namun ditengah jalan ia mendapat kecelakaan sehingga harus dirawat di rumah sakit. Naaaah, mulai deh dari sini semua kejadian di atas diceritakan kembali oleh Rilley dan Didi, adik Titania.



Pada akhir cerita Rilley dan Titania menikah...what a life ;) aku suka banget bagian saat Rilley menggambarkan sosok wanita Asia dimatanya hehe Rilley bilang kalau wanita Asia bisa membuat orang Amerika seperti dirinya malu untuk mendekati karena sikap mandiri yang sudah tertanam dalam diri wanita Asia ;) tapi Rilley bilang wanita Asia mudah tersinggung....hayoo loohhh....

Selasa, 18 September 2012

Bellamore


Judul : Bellamore: A Beautiful Love to Remember
Pengarang : Karla M. Nashar
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2007
Tebal Buku : 210 halaman
Harga : Rp 42.000
Jenis Buku : Metropop

Lana memiliki prinsip yang dipegangnya dengan teguh. Ia akan mempertahankan virginity-nya sampai suatu saat ia menikah. Tidak seperti perempuan di lingkungannya yang malu jika masih virgin, Lana sangat membanggakan statusnya ( yeay;;)! virgin is cool, right? ). Hal ini lah yang membuat hubungan Lana dengan pacar-pacarnya dulu berjalan tidak langgeng, karena ia menolak 'keinginan' mereka.


Lana memiliki dua sahabat karib yang seperti langit dan bumi. Sissy, si guardian angel,merupakan wanita yang religius, sedangkan Tiar adalah sosok daredevil yang memiliki julukan cream de la cream-nya anak gaul. Lana sendiri tidak se-konvensional dan se-religius Sissy, tapi juga tidak seliar Tiar. Bisa dibilang Lana adalah sosok abu-abu diantara hitam dan putih Sissy-Tiar. Meskipun sangat bertolak belakang, mereka dapat terus bersahabat dengan baik. 

Lana sering beradu mulut dengan Fabian, bule Italia yang baru saja pindah ke kantornya. Setelah mengetahui 'status' Lana, Fabian semakin gencar mengolok-olok Lana. Suatu saat berita tentang 'status' Lana di dengar oleh Dedo, si biang gosip, sehingga berita itu menyebar ke seluruh penjuru kantor tapi bukan Lana namanya kalau ia sampai ambil pusing dengan masalah seremeh itu.

Tiar dan Sissy yang sangat peduli pada Lana berusaha menjodohkan Lana dengan Iwan, salah satu teman Tiar. Perjodohan ini ternyata berhasil, Iwan dan Lana jadian. Suatu hari Tiar menantang Lana pergi ke restoran dengan menggunakan dress merah berpotongan provokatif. Merasa diremehkan, Lana menyanggupi tantangan Tiar. Tiba di restoran, Lana mohon izin untuk pergi ke toilet. Di lorong menuju toilet, ia bertemu Fabian yang sedang berpelukan mesra dengan seorang wanita. Entah mengapa, Lana seakan dikuasai emosi yang tidak ia sadari. Fabian yang melihat kejanggalan pada diri Lana menjelaskan kalau perempuan tadi adalah adiknya yang akan kembali ke Italia. Lana sempat merasa bersalah, namun ia berpura-pura seperti tidak terjadi apa-apa.


Hubungan Lana dan Iwan berjalan baik selama tiga minggu pertama. Sampai akhirnya kejadian tidak mengenakan menimpa Lana. Iwan ternyata sama dengan pacar-pacarnya dulu yang menginginkan Lana secara fisik. Untungnya, saat itu ada seorang cleaning service yang memergoki Iwan yang berusaha memaksa Lana melakukan hal yang tidak baik. Iwan dilaporkan ke pihak berwajib, sedangkan Lana yang shock pingsan seketika. Bisa dipastikan setelah kejadian ini, hubungan Lana dan Iwan berakhir.

Di kantor, Lana menjadi sorotan atas kejadian yang menimpannya. Fabian yang peduli pada Lana berusaha menunjukkan sikap simpatinya. Namun, Lana merasa terganggu dan mengeluarkan kata-kata kasar pada Fabian. Setelah kejadian itu, Lana merasa sangat bersalah. Esoknya, ia menerima paket mawar putih tanpa ia ketahui kalau si pengirim adalah Fabian. Sejak itu pula, Fabian menghilang. Lana tidak pernah lagi bertemu dengannya.


Ketika berada di New York untuk sebuah pelatihan dari kantornya, Lana tanpa sengaja bertemu dengan Fabian. Tampang Fabian berbeda dari yang biasanya. Ia terlihat lebih kurus dan pucat. Lana baru mengetahui kalau Fabian mengidap penyakit lupus. Hari-hari selama di New York berusaha dilewati senyaman mungkin oleh Lana, karena ia tahu bisa saja hari itu hari terakhir ia melihat Fabian di dunia. Atas permintaan Fabian, Lana kembali ke Indonesia. Awalnya ia tidak mau, tapi setelah mendengar perkataan Fabian yang tidak ingin diri Lana terluka, ia menuruti apa yang diminta Fabian.

Hingga suatu saat, Lana bertemu degan Danny, laki-laki yang selalu mendukung dan ingin tahu semua tentang Lana. Danny adalah orang yang berbeda, sehingga Lana mau mempercayakan hatinya pada Danny. Lana dan Danny akhirnya menikah dan hidup bahagia. Di akhir cerita, Danny dan Lana mengunjungi Fabian yang telah tenang dan tidak akan merasakan sakitnya.


Novel ini full romantisnya >.< Fabian yang iseng tapi tetap terkesan cool bisa jadi sosok yang banyak diidamkan cewek-cewek...hehe. Tapi novel ini juga cukup membuat kita meneteskan air mata, seperti mengetahui Fabian yang selama ini ternyata mengidap penyakit ganas dan keteguhan hatinya yang bisa dilihat dari kata-kata yang ia ucapkan saat detik-detik akhir hidupnya :'') seribuuuuu buat Bellamoreeee!!!

Divortiare


Judul : Divortiare
Pengarang : Ika Natassa
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2008
Tebal Buku : 288 halaman
Harga : Rp 37.000
Jenis Buku : Metropop

Alexandra, seorang wanita karir yang bisa dibilang cukup sibuk. Dengan pekerjaannya sebagai credit analyst di sebuah bank, mengharuskan dia untuk bekerja ekstra, hingga komunikasinya dengan Beno, suaminya saat itu, terbengkalai. Beno yang merupakan seorang dokter bedah juga tidak bisa berbuat banyak. Jam kerja yang tidak menentu, apalagi Beno yang sering mendapat panggilan mendadak dari rumah sakit, membuat hubungan mereka semakin memburuk, ditambah lagi tuntutan ego masing-masing yang menginginkan perhatian dari satu sama lain. 

Karena terus menerus berselisih dan bertengkar, pasangan Alex-Beno memutuskan untuk berpisah. Meskipun telah berpisah, hubungan diantara mereka tidak bisa dibilang ikut berpisah. Misalnya saja ketika Alex jatuh sakit, Alex tetap meminta Beno untuk memerikanya. Begitu pula Beno yang merasa cemburu ketika melihat Alex berdekatan dengan laki-laki lain.

Alex memiliki tato nama Beno di dadanya. Menurutnya, tato yang kita miliki dapat mengingatkan kita bahwa kejadian di masa lampau memang benar-benar terjadi, walaupun dengan melihat tato itu saja, bisa timbul rasa benci yang luar biasa. Maka dari itu ia memutuskan untuk tetap mempertahankan tato itu. Namun, setelah berpikir panjang, Alex memutuskan untuk menghapus tato itu, apalagi setelah Beno tahu kalau Alex masih membiarkan tato namanya di bagian tubuh Alex itu. Bisa dibilang, Alex gengsi dan ingin menghargai perasaan 'teman dekat'nya yang baru, Denny.

Denny merupakan laki-laki yang romantis dan perhatian, sosok yang tidak pernah ditemukan pada diri Beno. Tapi, Alex masih sering salah memanggil Denny dengan panggilan 'Ben'. Disinilah Denny sadar kalau Alex masih menyayangi Beno, akhirnya dia memutuskan hubungannya dengan Alex. Alex menerima keputusan Denny, kareena ia juga bingung dengan perasaannya.

Di novel ini, cerita Alex-Beno bisa dibilang masih 'menggantung' karena belum bisa dipastikan akhir dari hubungan Alex-Beno. Kita bisa tahu cerita selanjutnya dari novel lanjutan Divortiare, Twivortiare.

Jumat, 14 September 2012

Cinderella Rambut Pink


Judul : Cinderella Rambut Pink
Pengarang : Dyan Nuranindya
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2010
Tebal Buku : 200 halaman
Harga : Rp 29.000
Jenis Buku : Teenlit

Dara adalah gadis nyentrik yang baik hati. Ia telah menjadi yatim piatu sejak kematian orang tuanya karena kecelakaan lalu lintas saat ia masih kelas satu SMA. Karena itu lah Dara mati-matian mencari uang untuk mencukupi kebutuhannya dengan bekerja di dua tempat sekaligus. Untungnya, ia berkenalan dengan Eyang Santoso, pemilik kos-kosan Soda yang terkenal di Yogyakarta, dan menawari Dara untuk tinggal disana. Dara menerima tawaran Eyang Santoso dengan senang hati dan resmi menjadi penghuni kos-kosan Soda.


Gara-gara ingin menolong seorang ibu yang kecopetan di pasar, Dara nekat melempar salah satu sepatu kesayangannya, tapi sialnya, bidikan Dara meleset dan malah mengenai seorang cowok yang sedang asik dengan kameranya. Takut diomelin, Dara kabur dari tempat itu, berusaha merelakan Mr. Dekil, sepatu kesayangannya itu. Kini yang ada di kakinya hanya Mrs. Dekil.

Cowok yang terkena lemparan sepatu Dara adalah Oscar Montaimana, cucu dari J.B. Montaimana, pengusaha kaya di Indonesia. Meskipun hidup bergelimang harta, Oscar tidak begitu bahagia. Ia selalu dibanding-bandingkan dengan kakaknya Bima Montaimana, yang bisa dibilang sempurna. Hobi fotografi Oscar juga ditentang oleh orang tuanya, apalagi ayahnya. Itulah sebabnya, Oscar tumbuh menjadi anak yang pembangkang dan suka cari gara-gara. Oscar pergi ke Yogyakarta untuk menyegarkan pikirannya dari rutinitas perkuliahannya di Amerika. Pertemuan pertamanya dengan Dara membuat cewek itu langsung men-cap Oscar sebagai orang yang menyebalkan, walaupun wajahnya cukup mampu menarik perhatian Dara.


Suatu hari Oscar mengikuti lomba fotografi. Diam-diam ia menjadikan Dara sebagai modelnya. Tidak disangka Oscar mendapatkan juara favorit di ajang itu. Mengetahui hal itu, Dara terkejut. Ia tidak menyangka bahwa Oscar tega mempertontonkan dirinya yang bisa dibilang sangat malang itu di dalam sebuah gambar yang dilihat banyak orang. Belum lagi karena Mr. Dekil yang dirindukannya selama ini, ternyata ada pada Oscar. Dara jadi sangat membenci Oscar dan memutuskan untuk tidak berhubungan dengannya.


Oscar berusaha meminta maaf pada Dara, namun tidak semudah itu Dara memaafkannya. Hingga suatu hari, Oscar diminta kembali ke Amerika, baru disitulah Dara sadar bahwa ia akan sangat merindukan Oscar jika ia pergi. Dara sadar ia jatuh cinta pada Oscar. Oscar menyatakan perasaannya pada Dara dan untungnya Dara kali ini menerimanya, lalu Dara diperkenalkan dengan keluarga Montaimana yang hangat. Oh ya, Oscar juga sempat memberikan pin berbentuk piala Oscar pada Dara, supaya gadis itu selalu mengingatnya.

Chicken Soup for the Kid's Soul 2




Judul : Chicken Soup for the Kid's Soul 2
Pengarang : Jack Candfield, Mark Victor Hansen, dkk.
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2012
Tebal Buku : 228 halaman
Harga : Rp 50.000
Jenis Buku : Inspirasional

Seri Chicken Soup bisa dibilang cukup laris di dunia, karena kumpulan ceritanya yang inspirasional dan sangat memotivasi pembaca. Salah satu yang aku baca adalah Chicken Soup for the Kid's Soul seri dua ini. Kalau dilihat dari judul sih mudah ketebak ya kalau semua cerita didalamnya berisi cerita pengalaman nyata anak-anak kecil diseluruh dunia. Penuturan cerita mereka yang nggak ribet dan sangat jujur lebih mudah dipahami, tapi nggak mengurangi keunikan masing-masing ceritanya.



Salah satu cerita yang 'ngena' banget bagi aku judulnya Pelajaran dari Nona Bulu. Bercerita tentang anak perempuan bernama Molly yang menemukan kucing berbulu putih di balik semak-semak dengan keadaan yang menyedihkan. Bagi Molly, kucing itu adalah kucing paling merana yang pernah dilihatnya. Dengan hati-hati ia membawa anak kucing itu ke rumah dan menamainya Nona Bulu. Setelah dengan hati-hati membersihkan Nona Bulu, Molly mendapati bahwa ia sekarang memiliki anak kucing lucu berbulu seputih salju dan bermata sebiru langit. 

Beberapa minggu kemudian, ada sebuah keluarga baru yang pindah ke lingkungan rumah Molly. Keluarga itu memiliki anak perempuan bernama Judy Ann. Judy Ann berbicara dengan 'lucu' sehingga sering dipermainkan dan diolok-olok anak-anak lain. Molly merasa kasihan pada Judy Ann, dan berusaha menjaganya dari gangguan anak nakal.


Sama seperti Molly, Judy Ann juga sangat menyayangi Nona Bulu dan sering membantu mengurusnya bersama Molly. Suatu pagi, ibu Molly bertanya apakah Molly mau memberikan Nona Bulu pada Judy Ann, namun Molly menolak. Ia sudah terlanjur sayang pada Nona Bulu dan tidak mau menyerahkan Nona Bulu pada orang lain.

Setelah berpikir panjang, akhirnya Molly menyerahkan Nona Bulu pada Judy Ann. Judy Ann sangat senang menerima kejutan dari Molly, sampai-sampai ia menangis. Mereka saling berpelukan lama sekali, Nona Bulu juga terlihat tidak keberatan.


Kebanyakan kucing putih dengan mata biru tuli, termasuk Nona Bulu. Karena Nona Bulu mungil tidak bisa mendengar, ia memerlukan perawatan terus menerus. Judy Ann bisa dibilang pengasuh yang tepat baginya, tak ada yang mengerti kebutuhan Nona Bulu sepenuhnya dibandingkan Judy Ann. Tahukah kau kenapa? Karena Judy Ann juga tuli.