Rabu, 29 Agustus 2012

A Little White Lie




Judul : A Little White Lie
Pengarang : Titish AK
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2007
Tebal Buku : 272 halaman
Harga : Rp 33.000
Jenis Buku : Teenlit

Rosayuvita, nggak kayak teman-temannya, malah nggak tahu bahkan nggak peduli sama Adit, murid populer di SMA Teratai. Hatinya sudah nemplok pada Mas Bintang, seniornya di sekolah. Mas Bintang adalah sosok yang sempurna bagi Ocha (panggilan akrab Rosayuvita). Mereka pertama kali ngobrol saat Ocha menangis sendirian di halaman parkir motor sekolah, karena motornya mogok dan hari sudah mulai sore. Keadaan sekolah yang sudah sepi dan ponselnya yang minim pulsa, membuat Ocha tambah menangis sejadi-jadinya. Untunglah ada Mas Bintang, yang kebetulan ada di sekolah, lalu memperbaiki motor Ocha. Sejak saat itu Ocha terpukau pada Mas Bintang dan berusaha mendekatinya lewat pesan singkat yang dikirimkannya, walaupun hanya dengan nama samaran, Mita. Beruntungnya, Mas Bintang membalas setiap sms Ocha, membuat Ocha makin suka Mas Bintang.


Pada suatu hari, Pia, sahabat Ocha, membujuk Ocha untuk menonton pertandingan basket. Karena diiming-imingi akan bertemu dengan Mas Bintang, akhirnya Ocha setuju untuk ikut. Sedang asyik-asyik mencari Mas Bintang, Ocha malah terkena lemparan bola basket. Bukannya minta maaf, Adit, si pelempar bola malah balik memarahi Ocha dan bilang kalau Ocha nggak konsen ke pertandingan sehingga terkena bola. Kaget, Ocha berlari meninggalkan lapangan basket lalu menangis di tempat rahasianya dan menangis sepuasnya. 

Setelah kejadian itu, Ocha memiliki dendam kesumat pada Adit. Mujurnya, tanpa sengaja ia menemukan nomor telepon dan alamat rumah Adit. Kedua hal itu bisa dibilang 'mahal' disekolahnya, karena susah didapatkan. Pada awalnya Ocha berniat menjual nomor telepon dan informasi alamat Adit, tapi dia memiliki ide yang menurutnya lebih brilian. Ocha menyamar sebagai Ayu dan meneror Adit lewat sms-sms yang dikirimkannya. Bukannya terganggu, Adit malah jatuh cinta pada Ayu, sehingga membuat Ocha menyesal telah mengerjai Adit.



Ocha semakin menikmati kebersamaannya dengan Adit, walaupun yang ia tahu bahwa Adit mengenalnya sebagai Ayu, bukan Ocha. Berulang kali Adit mengajakknya bertemu, tapi selalu ada alasan yang dibuat Ocha untuk menolak ajakannya. Ocha takut seandainya nanti Adit kecewa kalau selama ini orang yang dia sukai adalah Ocha.

Nggak disangka ternyata Adit sudah mengetahui kalau selama ini yang bertukar pesan singkat dengannya adalah Ocha, teman satu sekolahnya itu. Adit tahu dari voice mailbox milik Ocha, bisa dibilang ini semua karena kecerobohan Ocha :p yang nggak mempersiapkan secara matang aksi usilnya itu. Jadilah, setahun lamanya Adit berpura-pura tidak tahu kalau Ayu adalah Ocha. 


Oke selesaaaaai, sekarang bagian kesukaan ya...secara keseluruhan aku suka sama novel ini. Ceritanya ringan, bahasanya nggak ribet, walaupun kalau dilihat-lihat sms yang mereka kirimkan rada 4L@y, tapi wajar sih karena waktu aku baca ini sudah cetakan kesebelas. Banyak bagian yang lucu dalam novel ini, misalnya aksi cemburu Adit yang ketauan banget pada Andra, saat Ocha menunggu fotokopian ditemani oleh Adit yang iseng mengganggunya, dan waktu Adit nembak Ocha hoho~ pas deh sama judulnya, kebohongan kecil Ocha yang berbuah manis.

2 komentar:

  1. aku punya novel ini, tapi nggak tau kemana sekarang :(

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus