Judul : Simple Past Present Love
Pengarang : Thia Kyu Ori
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2012
Tebal Buku : 232 halaman
Harga : Rp 36.000
Jenis Buku : Teenlit
Ferina dan Faren adalah saudara kembar. Mereka lahir di hari dan tanggal yang sama, hanya berbeda tiga menit. Ferina dan Faren tumbuh bersama, bermain bersama, menemukan kesenangan dan jati diri masing-masing. Secara fisik wajah mereka identik, namun tetap memiliki ciri khas berbeda, terutama bola mata mereka. Bola mata Ferina berwarna biru indah yang didapat dari ayah mereka yang keturunan Belanda. Sedangkan Faren memiliki bola mata berwarna coklat gelap mengikuti mama mereka.
Faren tumbuh menjadi cewek yang sangat feminin. Mulai dari penampilan sampai perilakunya. Cara bicaranya juga jauh lebih lembut dibanding Ferina. Faren menyukai bacaan-bacaan tentang pengetahuan umum dan kesehatan. Ia juga lebih memilih bersekolah di SMA internasional dengan progres akademik yang menjanjikan.
Berbeda dengan Ferina, yang lebih suka bergaya kasual, kalau udah ngomong Ferina suka ceplas-ceplos sambil berteriak. Ferina bersekolah di SMA yang berbeda dengan Faren. Ferina memilih bersekolah di SMA unggulan yang kegiatan ekskulnya lebih menonjol. Ferina juga lebih keras kepala, sifat yang diturunkan oleh ayahnya.
Karena sebuah kecelakaan, nyawa Faren tidak bisa tertolong. Ferina sangat terpukul dengan kejadian itu. Bersama mamanya ia pindah ke kota lain, meninggalkan rumah yang menyimpan kenangannya dengan Faren. Di tempat yang baru, tanpa sengaja Ferina bertemu dengan Tama, dalam sebuah kecelakaan kecil. Setelah mengenal satu sama lain, mereka semakin dekat. Sampai suatu hari Tama menyatakan peraasaannya pada Ferina. Ferin mengiyakan dan menerima perasaan Tama saat itu.
Tapi, seseorang dari masa lalu muncul kembali. Dia adalah Andra, cinta pertama Ferina. Perasaan itu masih sama dirasakan oleh Ferina, namun disampingnya sekarang sudah ada Tama, orang yang benar-benar menyayanginya. Ferina makin menghindar dari Andra, apalagi sejak dia membaca buku diary milik Faren yang berisi rahasia yang belum diketahui Ferina. Ferina baru mengetahui kalau sebelum kematiannya, Faren sempat berpacaran dengan Andra, padahal saat itu Faren sudah tahu kalau Ferina menyukai Andra. Karena tidak bisa meluapkan kemarahannya pada Faren, akhirnya ia mencoba untuk menghindari Andra. Sayangnya, tak semua curahan hati Faren dalam diary itu dibaca Ferina, hingga ia membenci kembarannya sendiri dan Andra.
Tidak tahan dengan perlakuan Ferina, Andra berusaha menjelaskan semua yang ia ketahui. Penjelasan Andra membukakan mata Ferina dan Ferina menghadapi kebenaran yang membuatnya harus memilih antara Andra dan Tama, sekaligus berusaha memaafkan Faren. Pada akhirnya Ferina lebih memilih Tama, dan dapat memaafkan Andra serta Faren. Menurutnya, masa lalu yang sederhana itu kadang terasa rumit, tapi disanalah Andra berada. Cinta Ferina saat ini akan menjadi masa lalu di hari esok, namun akan mengiringinya sampai nanti.
Bagian favoritku dari novel ini adalah saat larut membaca isi diary Faren, yang terlihat sangat jujur, bahkan menyedihkan saat ia mendapat firasat kalau ia akan berumur pendek sehingga meminta cinta pertamanya Andra (yang sudah ia tahu juga menjadi cinta pertama Ferina, kembarannya) untuk menjadi bagian hidupnya sampai akhir hayatnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar