Judul : Dealova
Pengarang : Dyan Nuranindya
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2004
Tebal Buku : 304 halaman
Harga : Rp 34.500
Jenis Buku : Teenlit
Ini dia judul novel perintis yang membuat aku akhirnya suka baca novel remaja. Cerita sedikit nih, dulu buku bacaanku didominasi oleh genre horor, mistis, misteri, dan teman-temannya, tapi sejak baca Dealova, terbukalah hati untuk menyadari umurku waktu itu -____- oke oke selesai ceritanya...
Dealova, menceritakan tentang seorang gadis tomboy bernama Karra yang agak 'nyeleneh'. Biasanya cewek tomboy identik dengan rambut pendek dan tampang macho 'kan? Nah kalau Karra beda. Rambutnya panjang terus tampangnya manis. Karra punya kakak cowok yang sayaaaaaang banget sama dia. Sewaktu Iraz, kakak Karra, harus pergi ke luar negeri untuk kuliah, Karra dititipkan pada Ibel, sahabat Iraz yang jago main gitar. Ternyata seiring berjalannya waktu, Ibel mempunyai perasaan terpendam pada Karra, tapi karena sikap cuek-nya, Karra menganggap perhatian-perhatian yang diberikan Ibel padanya hanya sebatas rasa sayang kakak kepada adik, sama seperti perasaan Karra pada Ibel.
Karra suka pada olahraga basket, nggak peduli panas atau dingin, namanya juga tomboy. Pada suatu hari, muncul anak baru bernama Dira yang tampangnya sengak dan dingin. Saat pertama bertemu pun Karra sudah nggak suka pada Dira. Terlebih lagi karena Dira pernah nggak sopan mencium Karra di lapangan basket! padahal waktu itu nggak ada hubungan apa-apa di antara mereka. Sejak saat itu makin bencilah Karra pada Dira.
Semakin lama, mereka menyadari kalau jarak antara benci dan cinta itu tipis banget. Mereka juga semakin dekat karena selalu bertengkar. Pada suatu hari, Dira menyatakan perasaannya pada Karra di sebuah tempat yang indah bernama bukit bintang, dan ituuuu sangaaaaat romaaantiiiiis. Akhirnya mereka jadian deh.
Tapi nggak hanya sampai disitu ceritanya. Dira ternyata mengidap suatu penyakit berat, kanker otak. Selama ini Dira menutup-nutupinya dari semua orang termasuk Karra, sampai akhirnya tubuh Dira yang lemah roboh. Nyawa Dira nggak tertolong dan membuat Karra benar-benar shock dan sedih. Pribadi Karra yang sebelumnya ceria langsung berubah drastis menjadi cewek pemurung setelah kematian Dira. Sahabatnya Finta, yang selalu bisa membuat Karra tertawa juga sudah angkat tangan menhadapi Karra. Ibel yang sebelumnya sudah tidak memberikan perhatian lebih lagi pada Karra (karena Karra mencintai Dira) lalu turun tangan untuk mengembalikan kondisi Karra. Ibel kembali memberikan perhatian-perhatian pada Karra dan membuat cewek itu kembali senyum. Karra ingin bangkit dari keterpurukannya. Ia mencoba untuk menyukai orang lain, yaitu Ibel.
Bagian favoritku di novel ini adalah saat membaca surat yang dikirimkan Dira pada Karra yang sangaaaat amaaaat mengharukan, lebaynya aku sampai nangis waktu itu :')
Karra,
Maaf… karena selalu mebuatkamu marah
Maaf… karena selalu membuat kamu benci sama aku
Maaf… atas semua kepedihan yang aku timbulkan
Maaf… karena selalu membuat kamu mengalah dalam segala hal
Maaf… karena aku selalu keras kepala
Maaf… karena telah membuat kamu masuk ke dalam kehidupanku
Maaf… karena aku harus pergi ninggalin kamu
Terima kasih… karena kamu telah membuat hari-hariku indah
Terima kasih… karena kamu telah memperlihatkan mata yang paling indah yang pernah kulihat
Terima kasih… karena kamu telah membuat aku memiliki semangat untuk hidup
Terima kasih… karena kamu selalu menganggap aku pintar
Terima kasih… karena kamu mebuat aku sadar bahwa kita harus berjuang untuk hidup dan bahwa hidup ini harus diarungi melalui semangat, perjuangan dan kemauan keras
Terima Kasih… karena kamu memberikan kebahagiaan terbesar dalam hidupku
Terima Kasih… karena kamu telah luar biasa sabar menghadapi aku
Karena telah mengajari aku untuk mendoakan agar orang yang aku cintai bahagia
Karena telah mengubah hidupku yang kosong
Karena telah menjadi satu-satunya orang yang bisa membuatku mengalah
Karena telah memberikan sesuatu yang selama ini nggak bisa aku kasih ke kamu
Karena telah menjadi wanita yang luar biasa dan nggak tertandingi yang pernah masuk dalam kehidupanku
Terima Kasih… karena kamu telah menjadi bidadariku selama ini
Aku nggak akan kemana-mana



Tidak ada komentar:
Posting Komentar